Wakos Reza Gautama
Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:28 WIB
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki disoraki jemaah Muhammadiyah saat memberi sambutan usai pelaksanaan salat Id di area Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (20/3/2026). [sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Salat Idulfitri Muhammadiyah di UMMI pada Jumat (20/3/2026) diwarnai kekecewaan jemaah karena penolakan izin Lapangan Merdeka.
  • Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan penolakan izin penggunaan fasilitas publik tersebut.
  • Penolakan izin terjadi karena Muhammadiyah merayakan Idulfitri lebih awal sehari sebelum ketetapan resmi pemerintah pusat.

SuaraJabar.id - Suasana khidmat Salat Idulfitri 1447 H di area Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mendadak berubah riuh, Jumat (20/3/2026).

Ribuan jemaah yang memadati hingga ruas Jalan R. Syamsudin, S.H. tak mampu membendung kekecewaan saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, naik ke podium untuk memberikan sambutan.

Sorakan spontan menggema dari barisan jemaah tepat setelah ibadah yang dipimpin Dr. Iu Rusliana itu usai. Pemicunya jelas. Luka akibat penolakan izin penggunaan Lapangan Merdeka (Lapdek) bagi warga Muhammadiyah yang merayakan Lebaran lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Di hadapan massa yang tak puas, Ayep Zaki mencoba tetap tenang. Dengan nada rendah, ia melayangkan permohonan maaf secara terbuka.

“Kami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan,” ucapnya di tengah atmosfer yang memanas.

Namun, bagi jemaah seperti Rozak Daud, maaf saja tidak cukup. Ia menilai pemerintah telah bersikap diskriminatif terhadap keberagaman internal umat Islam.

“Ini menunjukkan pemerintah tidak toleran. Janji manis saat kampanye ternyata jauh panggang dari api,” cetusnya pedas.

“Secara prosedural sudah kami ajukan jauh hari. Pemerintah memang punya hak menolak, tapi ini bukti mereka tidak adil di internal muslim sendiri,” tambah Rozak Daud.

Insiden ini menjadi catatan kelam di tengah momen kemenangan, menyisakan pertanyaan besar tentang keadilan akses fasilitas publik di Kota Sukabumi.

Baca Juga: Mudik Rasa Healing! Menyisir Eksotisme Jalur Sabuk Ciletuh, Surga di Pesisir Selatan Sukabumi

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026), mendahului ketetapan pemerintah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Pihak Muhammadiyah awalnya mengajukan izin penggunaan Lapang Merdeka sebagai lokasi salat Id namun ditolak pohak Pemkot Sukabumi dengan alasan tidak selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai penetapan 1 Syawal 1447 H.

Akibat tidak mendapatkan izin penggunaan Lapang Merdeka, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi mengalihkan pelaksanaan Salat Id ke dua titik, yakni Kampus UMMI dan Perguruan Aisyiyah Cipoho.

Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Hadiri Salat Id Muhammadiyah di UMMI, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Sampaikan Maaf"

Load More