- Jasad Acep (26), korban terakhir terseret ombak Pantai Ujunggenteng, ditemukan Selasa (24/3/2026) pagi oleh nelayan.
- Acep meninggal saat berupaya menyelamatkan ayah dan anak wisatawan yang terseret arus deras pada Senin (23/3/2026).
- Penemuan jenazah Acep secara resmi menutup operasi SAR, total tiga korban meninggal dalam tragedi laut tersebut.
SuaraJabar.id - Fajar yang menyingsing di ufuk Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, membawa kabar duka yang mengiris hati, sekaligus menutup lembaran pencarian yang melelahkan.
Lautan ganas di pesisir selatan Sukabumi itu akhirnya "menyerahkan" kembali korban terakhir tragedi libur Lebaran.
Pada Selasa (24/3/2026) pagi, jasad seorang pemuda yang dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa oleh warga setempat, berhasil ditemukan mengambang tak bernyawa.
Pemuda itu adalah Acep (26), seorang warga Kampung Panyaguan, Desa Kalibunder. Ia ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh sekelompok nelayan lokal yang kelelahan baru saja pulang melaut.
Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut dengan nada prihatin.
“Tubuh korban ditemukan oleh nelayan mengapung di perairan spot Tenda Biru, kawasan hutan lindung Desa Ujunggenteng. Posisinya tidak terlalu jauh dari titik awal ia dilaporkan terseret ombak,” jelas AKP Taufick dikutip dari sukabumiupdate.com, Selasa pagi.
Ditemukannya jasad Acep kembali memutar memori kelabu pada Senin (23/3/2026) siang. Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan laut biasa, melainkan sebuah kisah pengorbanan nyawa yang amat memilukan.
Siang itu, Acep yang tengah asyik memancing di bibir pantai, melihat sebuah drama mematikan di depan matanya. Dua orang wisatawan, seorang anak kecil bernama Abdul Tafsir (7) dan ayahnya, Abduloh (27), tengah meregang nyawa digulung ombak besar.
Sang ayah yang niat awalnya melompat untuk menyelamatkan putranya, justru ikut tak berdaya dihantam arus.
Melihat dua nyawa orang asing berada di ujung tanduk, nurani kemanusiaan Acep berontak.
Baca Juga: Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, pemancing muda itu melempar jorannya dan menceburkan diri menerjang ombak ganas Pantai Alor Cilangkob.
Nahas, niat suci itu harus dibayar dengan harga yang teramat mahal. Derasnya arus bawah laut (rip current) Ujunggenteng terlampau perkasa.
Alih-alih berhasil menarik tubuh ayah dan anak tersebut ke daratan, Acep justru ikut terhisap ke dasar laut dan lenyap dari pandangan saksi mata.
Kini, derai air mata telah tumpah membasahi bumi Sukabumi. Setibanya di daratan, jenazah Acep langsung dievakuasi secara kolaboratif oleh tim SAR gabungan yang tak kenal lelah, terdiri dari Polsek Ciracap, Pos TNI AL, Satpolairud, Basarnas/Sarda, P2BK, Polsus KKP, hingga rukun nelayan.
Tim medis dari Puskesmas Ciracap yang standby di lokasi langsung melakukan pemeriksaan visum luar, sebelum akhirnya sang pahlawan diserahkan kepada isak tangis keluarganya untuk dikebumikan dengan layak.
Dengan ditemukannya Acep, maka operasi pencarian laut (Search and Rescue) resmi ditutup. Laut selatan Ujunggenteng di momen Idulfitri 1447 Hijriah ini tercatat menelan tiga nyawa sekaligus.
Berita Terkait
-
Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat
-
Mudik Seru ke Sukabumi! Anak Bisa Main Lego, Ayah Pijat Refleksi di Pos Penyu Gadobangkong
-
Gema Takbir Berbalut Protes: Wali Kota Sukabumi Disoraki Jemaah Muhammadiyah Usai Salat Id
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol