- Seorang pengendara pikap bernama Sanudin di GT Parungkuda pada Selasa (24/3/2026) dihentikan polisi karena mengangkut belasan keluarga di bak terbuka saat arus balik Lebaran.
- Petugas Satlantas Polres Sukabumi tegas melarang kendaraan bak terbuka bermuatan manusia memasuki jalan tol karena melanggar aturan keselamatan lalu lintas.
- Polisi memperingatkan bahwa mengangkut penumpang di bak pikap jalan tol sangat berbahaya karena tidak memiliki standar keamanan benturan fatal.
“Secara aturan hukum, undang-undang lalu lintas sudah sangat terang benderang. Sangat tidak diperbolehkan dan dilarang keras sebuah mobil angkutan barang (pikap/truk) beralih fungsi mengangkut wisatawan atau masyarakat manusia hidup di bak belakangnya,” cecar Iptu Yanuar.
Pikap, lanjut Yanuar, sama sekali tidak memiliki standar keamanan sabuk pengaman (seatbelt) maupun pelindung benturan kabin.
Jika terjadi pengereman mendadak atau kecelakaan fatal di jalan tol yang notabene dilintasi dalam kecepatan tinggi, para penumpang di bak terbuka akan terlempar layaknya proyektil dan berakibat sangat mematikan.
“Secara aturan memang diharamkan. Jalan tol tidak boleh digunakan untuk mobil beban (barang) yang secara ilegal bermuatan orang. Tidak akan kami izinkan masuk tol dalam kondisi dan alasan iba apa pun,” tegasnya.
Tak hanya menjaga pintu tol, Satlantas Polres Sukabumi juga memperketat penyekatan pikap maut ini di jalur-jalur rawan wisata. Salah satu fokusnya adalah jalur menuju Simpang Cikidang.
“Untuk kendaraan beban yang mengangkut orang, sama sekali tidak kami perbolehkan masuk ke jalur Cikidang. Medannya sangat ekstrem, rawan kecelakaan fatal. Ini semua demi keselamatan nyawa kita bersama,” pungkas Iptu Yanuar.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Dihalau Polisi, Pikap Angkut Wisatawan Gagal Terobos Tol Bocimi"
Berita Terkait
-
Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
-
Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
-
Bayar Karcis Tapi Lepas Tangan Nyawa Melayang? Dispar Usut Tiket "Siluman" Pantai Tenda Biru
-
Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ketua Viking Imbau Bobotoh Jaga Kondusivitas usai Persib Taklukkan Persija
-
Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara
-
Persib Bungkam Persija 2-1, Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir