- Pada Rabu malam (25/3/2026), kepadatan arus balik Lebaran masih terjadi di jalur arteri Kabupaten Garut menuju Bandung.
- Kepadatan disebabkan pemudik sengaja menunda keberangkatan untuk menghindari puncak arus balik hari sebelumnya.
- Polres Garut memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah sebanyak tiga kali untuk mengatasi volume kendaraan tinggi.
SuaraJabar.id - Niat hati ingin mengakali kemacetan horor puncak arus balik, ribuan pemudik justru harus kembali menelan pil pahit.
Memasuki H+5 Lebaran, tepatnya pada Rabu (25/3/2026) malam, jalur arteri Kabupaten Garut menuju arah Bandung masih menjadi "neraka" yang belum kunjung padam.
Meski kalender resmi pemerintah memprediksi puncak arus balik telah terlewati sehari sebelumnya (Selasa), realita aspal malam ini membuktikan sebaliknya.
Lautan kendaraan yang didominasi pelat nomor luar kota tampak terus memadati, merayap, dan mengular panjang. Mereka adalah gerombolan pemudik dari arah Tasikmalaya dan sekitarnya yang terus mengalir deras membelah Kota Dodol tanpa henti.
Mengapa urat nadi lalu lintas Garut ini begitu sulit untuk bernapas normal? Kepadatan yang membandel hingga malam ini rupanya lahir dari sebuah siasat psikologis massal para pemudik yaitu sengaja menunda perjalanan.
Banyak dari mereka yang memilih menahan diri di kampung halaman dan baru memutar kunci kontak hari ini. Harapannya satu yakni menghindari jebakan "tsunami kendaraan" yang melumpuhkan jalur selatan pada puncak arus balik Selasa (24/3/2026) kemarin.
Namun nahas, karena ribuan orang memikirkan siasat "cerdas" yang sama di waktu yang bersamaan, jalan raya pun kembali menanggung beban kapasitas yang overload (kelebihan batas).
Selain itu, faktor habisnya masa cuti bersama nasional juga tak bisa diabaikan. Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar kelas pekerja, terutama dari sektor swasta yang pabrik/kantornya baru aktif beroperasi lusa, terlihat baru mulai memadati terminal-terminal untuk kembali ke kota perantauan pada Rabu malam menggunakan moda bus antar-kota.
Melihat eskalasi volume kendaraan yang masih beringas, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut tak mau kecolongan.
Baca Juga: Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
Demi menjaga kelancaran sirkulasi darah lalu lintas agar tak terkunci mati (stuck), polisi terpaksa mengeluarkan senjata pamungkasnya berulang kali.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Garut tercatat telah menerapkan skema rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) sebanyak tiga kali berturut-turut. Taktik "kuras jalan" ini difokuskan di sejumlah titik kritis yang selama ini menjadi langganan pusat kepadatan.
Deretan jalanan padat itu meliputi Jalan Otista, Jalan Anwar Musaddad, persimpangan Jalan Ibrahim Aji, hingga menyentuh kawasan "kunci mati" di sepanjang rute Leles–Kadungora yang mengarah langsung ke gerbang Nagreg, Bandung.
Kanit Gakkum Polres Garut, Ipda Marlina, membenarkan bahwa napas arus balik belum sepenuhnya habis. Kiriman kendaraan estafet dari arah Tasikmalaya via jalur dalam kota Garut menuju Bandung memang masih terus mengalir bak air bah.
“Jika dikomparasikan dengan volume kendaraan di hari puncak kemarin, malam ini grafiknya memang sudah menunjukkan sedikit tren penurunan. Tapi faktanya, untuk mencegah kelumpuhan, skema one way masih terpaksa kami berlakukan sampai tiga kali penarikan arus,” beber Ipda Marlina saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026) malam.
Tak hanya terpusat di jalur arteri perkotaan Garut, napas ngos-ngosan aspal juga sangat terasa di jalur utama nasional wilayah Limbangan.
Berita Terkait
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
-
Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan
-
Nyawa Melayang Gara-Gara Dahan Lapuk! Tragedi Dewi Bikin Ketua DPRD Pangandaran Meradang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol