- Fasilitas eskalator di Terminal Leuwipanjang mati saat arus balik Lebaran 2026 karena ketiadaan mekanik selama libur.
- Pemudik mengeluhkan maraknya asap rokok di area publik terminal yang mengancam kenyamanan dan kesehatan.
- Kepala Terminal mengakui lemahnya penegakan aturan merokok dan akan mengevaluasi manajemen fasilitas tersebut.
SuaraJabar.id - Di tengah euforia arus balik Lebaran 2026, Terminal Leuwipanjang, Bandung, justru menjadi sorotan negatif. Fasilitas vital seperti eskalator yang mati dan maraknya asap rokok di area publik telah merusak kenyamanan ribuan pemudik yang berharap mendapatkan layanan prima.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan keluhan, tetapi juga mengancam kesehatan, terutama bagi anak-anak, dan mencoreng citra salah satu terminal utama di Jawa Barat.
Julian (30), seorang pemudik dari Palembang, merasakan langsung dampak buruk eskalator mati di Gedung A, tempat turun penumpang. Dengan membawa barang bawaan dan anak istrinya, ia terpaksa menaiki eskalator yang tidak berfungsi demi mengakses bus kota di lantai dua.
"Ya cukup kesulitan juga, kan dari sini mau ambil bus kota harus ke jajaran depan antrean bus lewat lantai dua biar tidak lewat tempat parkir bus. Harusnya sih momen begini berfungsi ya," keluhnya, Jumat (27/3/2026).
Keluhan Julian ini mencerminkan pengalaman pahit banyak pemudik yang harus berjuang dengan beban berat di tengah fasilitas yang seharusnya memudahkan.
Selain eskalator, masalah asap rokok juga menjadi momok. Rizky (38), pemudik yang akan kembali ke Bekasi, menyayangkan banyak penumpang yang merokok di luar area yang ditentukan, bahkan di jalur bus dan penumpang.
"Sangat disayangkan ya, saya yang bawa anak juga jadi harus cepat-cepat ke bus biar keluarga tidak terlalu terpapar asap. Harapannya dipastikan ada area khusus merokok dan penegakan aturan sih biar nyaman dan aman. Karena kalau sekarang jadi kurang nyaman dan kotor juga karena puntungnya di mana saja," ucap Rizky.
Paparan asap rokok pasif, terutama bagi anak-anak, merupakan ancaman serius yang seharusnya bisa dicegah dengan penegakan aturan yang tegas.
Menanggapi berbagai keluhan ini, Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengakui bahwa sorotan masyarakat akan menjadi masukan penting untuk evaluasi dan perbaikan.
Baca Juga: Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan
Terkait eskalator yang tidak berfungsi, Asep memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan. Pihak terminal sengaja mematikannya karena ketiadaan mekanik saat libur Lebaran.
"Jadi memang ini sengaja disiasati karena bila panas suka mati sendiri, sementara mekanik eskalator dari vendor tidak hadir kalau libur," ujar Asep.
Penjelasan ini justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapan dan manajemen fasilitas publik di momen krusial seperti Lebaran.
Asep menambahkan bahwa rekrutmen mekanik sendiri merupakan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Barat, bukan pihak terminal.
"Ini juga jadi evaluasi ya. Vendor itu sudah kontrak dengan kita untuk setahun. Untuk pengadaan mekanik itu kewenangan BPTD kita yang usulkan, karena anggaran bukan di kita," jelasnya.
Birokrasi yang berbelit ini menjadi penghalang utama dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat