- Warga Kampung Cilampahan, Sukabumi, harus menggunakan perahu di Sungai Cikaso untuk evakuasi darurat pasien karena jalanan rusak.
- Contoh kasus, Wawan (45) dibopong naik perahu di awal Maret menuju dermaga sebelum dijemput ambulans ke rumah sakit.
- Kondisi infrastruktur buruk di Kecamatan Tegalbuleud memaksa warga memilih jalur sungai sebagai alternatif tercepat menuju fasilitas kesehatan.
SuaraJabar.id - Bagi warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, sakit bukan sekadar urusan medis.
Di sana, jatuh sakit adalah sebuah perjuangan fisik yang melelahkan. Saat sirine ambulans seharusnya menjadi suara harapan, bagi warga Cilampahan, suara itu hanya terdengar dari kejauhan, terhalang oleh jalanan berbatu dan kubangan lumpur yang mustahil ditembus roda empat.
Kondisi infrastruktur yang mati suri ini memaksa warga memutar otak. Tak ada aspal mulus, sungai pun jadi jalan pintas. Tak ada ambulans yang masuk, perahu kayu pun jadi tumpuan nyawa.
“Kalau ada warga sakit atau ibu mau melahirkan, ambulans tidak bisa masuk. Jadi kami harus cari cara lain,” tutur Yusuf, salah seorang warga setempat dengan nada getir, Jumat (27/3/2026).
Pilihan warga hanya dua, dan keduanya sama-sama sulit. Jika posisi rumah dekat dengan area perkebunan, pasien harus ditandu, membelah semak dan jalan setapak dengan napas tersengal.
Namun bagi mereka yang bermukim di bantaran Sungai Cikaso, air adalah satu-satunya jalur evakuasi paling logis, meski harus bertaruh dengan arus sungai.
Perjuangan ini bukan sekadar cerita isapan jempol. Wawan (45), warga RT 05/06 Kampung Cilampahan, harus merasakannya sendiri.
Menderita penyakit gula kering yang parah, Wawan tak punya pilihan selain dilarikan ke RS Jampangkulon awal Maret lalu.
Karena akses darat dari rumahnya lumpuh total akibat kerusakan jalan yang ekstrem, tubuh lemah Wawan harus dibaringkan di atas perahu.
Baca Juga: Drama Subuh di Tanjakan Habibi: Jalur Wisata Sawarna Lumpuh Total Akibat Pohon Tumbang
Di bawah terik matahari dan goyangan arus Sungai Cikaso, ia dibawa menuju Dermaga Cibitung. Di sanalah, ambulans Desa Sumberjaya baru bisa menjemputnya untuk melanjutkan perjalanan darat menuju rumah sakit.
Perjalanan dramatis itu membuahkan hasil, meski pahit. Pada 4 Maret, tim medis harus melakukan tindakan amputasi demi menyelamatkan nyawanya.
Kini, Wawan masih dalam masa pemulihan, harus menjalani kontrol rutin yang juga menuntut perjuangan serupa yakni menyeberangi sungai setiap kali jadwal pemeriksaan tiba.
Plt Kepala Desa Sumberjaya, Upan Supandi, mengakui bahwa evakuasi jalur sungai adalah pilihan paling masuk akal saat ini.
Ia menyebut, pihaknya terus berupaya memfasilitasi warga melalui program Gakinda (Keluarga Miskin Daerah), namun kendala infrastruktur tetap menjadi tembok besar.
“Memang benar ada warga kami yang harus menggunakan perahu. Kondisi jalan darat sangat sulit dilalui karena bebatuan dan banyak lubang. Untuk warga yang dekat Sungai Cikaso, jalur sungai adalah alternatif tercepat menuju dermaga sebelum dijemput ambulans,” jelas Upan.
Berita Terkait
-
Drama Subuh di Tanjakan Habibi: Jalur Wisata Sawarna Lumpuh Total Akibat Pohon Tumbang
-
Tiga Bulan Menanti Asa di Puing Rumah yang Ambruk: Kisah Pilu Buruh Serabutan di Tegalbuleud
-
Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat
-
Akhir Teduh Polemik Larangan Salat Id: Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Warga Muhammadiyah
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba