- Viral di media sosial, seorang wisatawan meluapkan kemarahan diduga menjadi korban pungli di Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat libur Lebaran 2026
- Modus pungli adalah getok harga tiket masuk
- Wisatawan perempuan tersebut memprotes tarif masuk yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan resmi
SuaraJabar.id - Libur Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momen melepas penat di pesisir selatan Garut, berubah menjadi panggung drama yang memuakkan.
Pantai Sayang Heulang, yang dikenal dengan bentang karangnya yang eksotis, kini justru viral bukan karena keindahannya, melainkan karena aroma tak sedap praktik pungutan liar (pungli) dan perseteruan panas di media sosial.
Semuanya bermula dari unggahan video seorang wisatawan perempuan yang tak mampu lagi membendung amarahnya. Dengan nada tinggi dan rentetan sumpah serapah, ia meluapkan kekecewaannya. Pangkal persoalannya klasik namun kronis yakni "getok harga" tiket masuk.
"Bayar Rp45 ribu per motor! Padahal di tiket resminya cuma Rp15 ribu. Sudah mahal, pantainya kotor banyak sampah lagi!" keluh wisatawan tersebut dalam videonya yang kini tersebar luas.
Alih-alih mendapat permintaan maaf atau perbaikan layanan, kemarahan wisatawan ini justru dibalas dengan "serangan balik" yang tak kalah pedas oleh oknum warga lokal.
Dalam video balasan yang diunggah akun Ruang Rakyat Garut, seorang pria dengan nada menantang meminta wisatawan tersebut untuk tidak banyak protes jika ingin berwisata.
“Jangan piknik kalau keberatan tiket cuma 45 ribu per motor, ke WC saja bayar goceng (lima ribu). Lebih baik diam di rumah, tidur!” cetus pria tersebut dalam bahasa Sunda yang kental.
Sontak, komentar tersebut menyiram bensin ke dalam api. Netizen pun geram. "Mang, jangan sembunyi ya, ada yang bakal nyari Amang. Ditunggu, Amang sudah viral," tulis salah satu netizen di kolom komentar, memberikan peringatan terbuka bagi pria tersebut.
Gaduh di dunia maya akhirnya memaksa aparat turun ke lapangan. Satuan Reserse Kriminal Polres Garut bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Asa di Balik Kartu Kuning: Gelombang Pencari Kerja Banjar Serbu MPP, Taiwan Jadi Destinasi Impian
Benang merah mulai terungkap. Praktik nakal ini ternyata dilakukan secara sistematis di luar jangkauan loket resmi.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah saksi, termasuk petugas tiket, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Kami masih dalami. Dari hasil pemeriksaan awal, modus ini dilakukan sekitar 50 meter di luar area loket resmi. Jadi, mereka mencegat wisatawan sebelum sampai ke gerbang utama,” jelas Joko, Sabtu (28/3/2026).
Fenomena pungli di pantai selatan Garut seolah menjadi "penyakit tahunan" yang selalu kambuh setiap musim libur panjang.
Meski berkali-kali ditertibkan, oknum-oknum "mafia kecil" ini selalu menemukan celah untuk memeras kantong pengunjung.
Dampaknya fatal. Citra pariwisata Garut yang tengah berjuang bangkit kini kembali tercoreng. Wisatawan bukan hanya merasa dirugikan secara materi, tapi juga merasa tidak aman dan tidak nyaman karena sikap konfrontatif oknum warga.
Berita Terkait
-
Asa di Balik Kartu Kuning: Gelombang Pencari Kerja Banjar Serbu MPP, Taiwan Jadi Destinasi Impian
-
Maling Spesialis Hantui Petani Pamarican: Hanya Butuh Sejam, Tiga Mesin Traktor Raib Digasak
-
Angkot dan Andong 'Diliburkan' di Jalur Mudik, Efektifkah? Begini Jawaban Gubernur Dedi Mulyadi
-
Maut Menjemput di Jalur Banjar-Pangandaran: Gagal Menyalip, Nyawa Pengendara F1 ZR Tak Tertolong
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Sengkarut Sayang Heulang: Antara 'Getok Harga', Sumpah Serapah, dan Citra Buram Wisata Garut
-
Asa di Balik Kartu Kuning: Gelombang Pencari Kerja Banjar Serbu MPP, Taiwan Jadi Destinasi Impian
-
Misteri di Balik Tembok BMI 5: Menelusuri Tempat Eksekusi WNA Singapura yang Jasadnya Dicor
-
Arus Balik Memuncak: Tol MBZ Mulai Diserbu Pemudik, Volume Kendaraan Naik Drastis
-
Menantang Maut di Aliran Cikaso: Ketika Jalan Rusak Memaksa Warga Cilampahan Nyebrang dengan Perahu