- Pencari kerja di Kota Banjar mengalami lonjakan signifikan di Mall Pelayanan Publik usai Lebaran 2026.
- Peningkatan permohonan kartu kuning (AK-1) tercatat 94 sejak Januari, ditujukan ke pasar domestik dan luar negeri.
- Disnaker berkomitmen mempercepat administrasi dan memberikan pembekalan protektif bagi calon Pekerja Migran Indonesia.
SuaraJabar.id - Gema takbir baru saja berlalu, namun euforia Lebaran bagi sebagian warga Kota Banjar segera berganti dengan deru semangat mencari nafkah.
Sepekan usai hari raya, suasana di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kawasan Perkantoran Purwaharja mendadak sibuk. Bukan untuk urusan mudik, melainkan perburuan "kartu sakti" bernama AK-1 atau kartu kuning.
Jumat (27/3/2026) pagi, deretan kursi tunggu mulai terisi. Map-map berisi dokumen terselip di ketiak para pemuda dan orang dewasa yang berharap nasib lebih baik di tahun yang baru ini.
Fenomena ini menandai dimulainya siklus rutin pasca-Lebaran: lonjakan pencari kerja yang siap mengadu nasib, baik di dalam negeri maupun menyeberang samudera.
Di antara kerumunan itu, tampak Maya, seorang warga Banjar yang tampil percaya diri. Berbeda dengan pemula yang nampak cemas, Maya sudah memiliki pandangan yang tajam. Baginya, kartu kuning ini adalah tiket menuju babak keempat petualangannya di Taiwan.
"Rencananya mau ke Taiwan lagi. Ini sudah yang keempat kalinya saya bekerja di sana," ujar Maya mantap saat berbincang dengan wartawan.
Bagi Maya, menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan lagi hal yang menakutkan. Jam terbang selama tiga tahun di Negeri Formosa telah menempanya menjadi pribadi yang tangguh.
Kepastian perusahaan dan pembekalan yang matang membuatnya tak ragu untuk kembali berangkat meski harus berpisah jarak dengan tanah kelahiran.
Tren "jemput bola" pekerjaan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker Kota Banjar, Moh. Rijal Mokodompit. Menurutnya, grafik permohonan kartu AK-1 meroket tajam tepat setelah libur Lebaran usai.
Baca Juga: Maling Spesialis Hantui Petani Pamarican: Hanya Butuh Sejam, Tiga Mesin Traktor Raib Digasak
“Cukup meningkat. Tercatat dari Januari hingga setelah Lebaran ini sudah ada 94 permohonan. Tujuannya beragam, ada yang membidik pasar kerja dalam negeri, tapi tidak sedikit juga yang mengincar peluang di luar negeri,” ungkap Rijal.
Rijal menyadari bahwa kecepatan adalah kunci. Di tengah persaingan kerja yang ketat, administrasi tidak boleh menjadi penghambat.
Pihak Disnaker berkomitmen mempercepat proses penerbitan kartu kuning agar para pemburu kerja bisa segera mengirimkan lamaran mereka.
Namun, pemerintah tak ingin sekadar melepas warga ke luar negeri tanpa perlindungan. Rijal menekankan pentingnya pembekalan, terutama bagi calon PMI.
Pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu dijadikan bahan evaluasi agar warga Banjar yang bekerja di mancanegara tetap aman dan sejahtera.
“Pembekalan tetap kami minta kepada mereka. Kami mengevaluasi berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ini bentuk proteksi kami agar mereka tidak hanya berangkat, tapi juga sukses dan pulang dengan selamat,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Maling Spesialis Hantui Petani Pamarican: Hanya Butuh Sejam, Tiga Mesin Traktor Raib Digasak
-
Bandung "Dikepung" 1.800 Ton Sampah Pasca-Lebaran: Pagi Diangkut, Sore Muncul Lagi
-
Angkot dan Andong 'Diliburkan' di Jalur Mudik, Efektifkah? Begini Jawaban Gubernur Dedi Mulyadi
-
Maut Menjemput di Jalur Banjar-Pangandaran: Gagal Menyalip, Nyawa Pengendara F1 ZR Tak Tertolong
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Siksa Kekasih Berulang Kali di Kosan Bandung, Taufik Hidayat Hanya Terancam 12 Tahun Penjara
-
Rekomendasi Produk Philips Terbaik Sepanjang Masa Berdasarkan Kategori
-
Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
-
Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!