- Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengakui kelancaran lalu lintas Lebaran 2026 belum 100% meskipun ada kebijakan pembatasan operasional angkutan lokal.
- Kebijakan penghentian angkot dan andong belum efektif karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan utama Jawa Barat saat itu.
- Dedi Mulyadi mengapresiasi petugas gabungan, terutama polisi, atas upaya menjaga pergerakan arus walaupun hanya padat merayap.
SuaraJabar.id - Menghadapi "banjir" kendaraan yang mengalir di sepanjang nadi jalanan Jawa Barat pada musim Lebaran 2026 bukanlah perkara mudah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka mengakui bahwa meski berbagai skema telah diterapkan, kelancaran mutlak 100 persen masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penghentian sementara operasional angkutan umum lokal, mulai dari angkot hingga andong, di sepanjang jalur utama mudik dan balik.
“Kebijakan meliburkan operasional angkot hingga andong memang belum bisa membuat lalu lintas lancar 100 persen. Realitanya, jumlah kendaraan yang melintas memang sudah melebihi kapasitas jalan yang tersedia,” ungkap Dedi dengan nada realistis, Jumat (27/3/2026).
Bagi Dedi, keberhasilan sebuah kebijakan lalu lintas saat peak season tidak melulu diukur dari kecepatan kendaraan, melainkan dari keberlangsungan arus.
Ia menegaskan bahwa kondisi lalu lintas yang "padat merayap" jauh lebih baik daripada skenario terburuk yaitu stagnasi total atau kendaraan yang berhenti tidak bergerak sama sekali.
"Minimal kebijakan itu meringankan beban petugas di lapangan dan memastikan arus tidak stuck. Dalam situasi masif seperti ini, kendaraan yang tetap bergerak, meski perlahan, adalah sebuah kemenangan kecil daripada berhenti total," tambahnya.
Di balik layar pengaturan arus balik yang melelahkan, Dedi memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada ribuan petugas gabungan yang tidak pulang demi menjaga kelancaran perjalanan orang lain. Secara khusus, ia memuji jajaran kepolisian yang bekerja tanpa mengenal waktu di titik-titik krusial.
“Sinergi lintas sektoral adalah kunci. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran, terutama kepolisian, yang berjibaku siang dan malam memastikan perjalanan masyarakat berjalan semestimal mungkin,” tuturnya.
Baca Juga: Maut Menjemput di Jalur Banjar-Pangandaran: Gagal Menyalip, Nyawa Pengendara F1 ZR Tak Tertolong
Menutup pernyataannya, Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini menyelipkan pesan menyentuh bagi para perantau yang kini tengah berjuang menembus kemacetan menuju kota tujuan.
Dedi mengingatkan bahwa semangat untuk kembali bekerja tidak boleh mengalahkan nalar keselamatan.
"Hati-hati di jalan. Menepilah jika lelah, jangan paksakan diri. Lebih baik terlambat sampai di tempat kerja daripada berakhir di rumah sakit," tegasnya menutup pembicaraan.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Dedi Mulyadi Akui Kebijakan Meliburkan Angkutan Umum Belum Efektif Kurangi Kemacetan"
Berita Terkait
-
Maut Menjemput di Jalur Banjar-Pangandaran: Gagal Menyalip, Nyawa Pengendara F1 ZR Tak Tertolong
-
Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat
-
Fasilitas Terminal Leuwipanjang Bandung Jadi Sorotan: Eskalator Mati dan Asap Rokok Ganggu Pemudik
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat