Wakos Reza Gautama
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:37 WIB
Ilustrasi penganiayaan. Dua wisatawan kakak beradik, Idrus (26) dan Rizki alias Iki (16), yang merupakan warga asal Cipanas, Kabupaten Cianjur, menjadi korban aksi pembegalan saat berkemah di kawasan Pantai Cibuaya. [Unsplash/Ari Spada]
Baca 10 detik
  • Dua wisatawan asal Cipanas, Cianjur, diserang perampok bersenjata tajam di tenda Pantai Cibuaya pada Sabtu dini hari (28/3/2026).
  • Korban, Idrus, terluka parah setelah melawan pelaku yang mengincar harta benda dan motor mereka.
  • Pelaku melarikan diri saat wisatawan lain datang meminjam korek api, sehingga korban dapat diselamatkan.

SuaraJabar.id - Deburan ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, awalnya terdengar seperti simfoni yang menenangkan bagi Idrus (26) dan adiknya, Rizki alias Iki (16).

Kakak beradik asal Cipanas, Cianjur ini sengaja datang jauh-jauh untuk mencari ketenangan, mendirikan tenda biru di spot Batununggul pada Jumat sore (27/3/2026).

Namun, ketenangan itu seketika pecah menjadi horor yang tak terbayangkan. Sabtu dini hari (28/3/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, saat dunia masih terlelap dalam kegelapan, maut datang mengetuk pintu tenda mereka.

Sesosok pria misterius bertubuh kurus, dengan wajah tertutup masker medis hijau dan jaket parasut hitam, menyelinap masuk ke dalam tenda.

Targetnya jelas, barang berharga dan sepeda motor yang bahkan sengaja disimpan korban di dalam tenda demi keamanan.

Melihat ada penyusup, Idrus tak tinggal diam. Ia mencoba melindungi adiknya dan mempertahankan harta benda mereka.

Namun, pelaku ternyata telah membekali diri dengan senjata tajam. Sebilah golok berkilat di kegelapan, menebas ruang sempit di dalam tenda.

"Saya mencoba melawan, tapi dia langsung menyerang pakai golok," ujar Idrus dengan suara bergetar.

Akibat duel maut tersebut, Idrus mengalami luka sabetan di jidat, hidung, tangan kiri, hingga punggung. Darah membasahi tenda biru itu. Tubuh Idrus akhirnya menyerah setelah menerima luka yang kemudian mengharuskannya mendapat 11 jahitan.

Baca Juga: Kado Pahit Usai Lebaran: Karanghawu Dikepung 50 Kantong Sampah, Potret Miris Wisatawan di Sukabumi

Setelah korban tak berdaya, pelaku menunjukkan sisi sadisnya. Bak adegan dalam film horor, Idrus dan adiknya diikat secara brutal.

Tangan dan kaki mereka dililit tali tambang putih dan tali karet. Bahkan, ikat pinggang milik korban pun digunakan pelaku untuk membelenggu pergelangan kaki mereka.

Dalam kondisi terkapar dan terikat, mereka hanya bisa pasrah melihat dua unit ponsel pintar (Oppo Reno dan Nubia) serta uang tunai mereka berpindah tangan.

Pelaku sempat terdiam lama di sekitar tenda yang sudah robek, diduga masih bernafsu membawa kabur sepeda motor korban yang kuncinya sulit ditemukan atau karena kondisi motor yang terjepit.

Di tengah keputusasaan itu, sebuah keajaiban muncul dari sosok yang tak terduga. Seorang wisatawan lain tiba-tiba mendekat ke arah tenda biru yang sudah porak-poranda tersebut. Maksudnya sederhana, hanya ingin meminjam korek api.

Kehadiran orang asing tersebut rupanya menciutkan nyali sang begal. Takut aksinya terbongkar, pelaku langsung melesat lari, hilang ditelan bayang-bayang semak belukar dan kebun kelapa di pesisir pantai.

Load More