- Jasad WNA asal Singapura ditemukan tewas dicor semen di Bendung Menganti, Cilacap, menjadi sorotan nasional.
- Rumah kontrakan di Perumahan BMI 5, Cicurug, Sukabumi, diduga kuat menjadi lokasi eksekusi keji korban.
- Penyewa rumah di Sukabumi tersebut mulai menempati properti sekitar Februari 2026, namun identitasnya tertutup bagi warga.
SuaraJabar.id - Aliran Sungai Citanduy di Bendung Menganti, Cilacap, mendadak jadi pusat perhatian nasional setelah sesosok jasad warga negara asing (WNA) asal Singapura ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tewas dan dicor semen.
Namun, siapa sangka, tabir gelap kematian pria tersebut justru diduga bermula dari sebuah rumah kontrakan sunyi di kaki Gunung Salak, Sukabumi.
Kawasan Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 5, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, sekilas tampak seperti kompleks hunian pada umumnya.
Jumat (27/3/2026) malam, suasana di sana masih nampak tenang. Anak-anak mungkin baru saja terlelap, dan lampu-lampu teras mulai berpijar di bawah langit malam yang lembap. Tidak ada garis polisi yang melintang, tidak ada penjagaan ketat.
Namun, di balik ketenangan itu, tersimpan bisik-bisik mencekam tentang apa yang terjadi di Blok C40. Rumah di Blok C40 itu sempat lama tak berpenghuni.
Barulah pada Februari 2026, bertepatan dengan suasana bulan Ramadan, seorang penyewa baru datang. Rian (35), istri dari ketua lingkungan setempat, masih ingat betul saat rumah itu mulai kembali berdenyut.
"Iya, awalnya kosong. Baru ada yang ngontrak sekitar Februari kemarin, pas bulan puasa," kenang Rian dikutip dari Sukabumiupdate.com.
Sosok penghuni baru itu bak hantu. Ia ada, tapi tak benar-benar terlihat. Rian menyebutkan bahwa penyewa awal dikabarkan adalah seorang perempuan.
Namun, identitasnya buram. Tak ada ramah-tamah, tak ada perkenalan hangat sebagaimana lazimnya warga baru di lingkungan komunal.
Baca Juga: Menantang Maut di Aliran Cikaso: Ketika Jalan Rusak Memaksa Warga Cilampahan Nyebrang dengan Perahu
"Biasanya kalau orang baru dimintai KTP, tapi ini saya nggak tahu sudah kasih atau belum, soalnya memang baru banget. Ada yang bilang sudah menikah, ada yang bilang belum. Nggak jelas," tambahnya dengan nada sangsi.
Interaksi yang minim membuat warga sekitar tak menaruh curiga. Di perumahan yang dihuni oleh masyarakat dengan kesibukan masing-masing, keluar masuknya orang asing seringkali luput dari perhatian.
Hingga akhirnya, ketenangan itu pecah saat seragam cokelat kepolisian mendatangi lokasi tersebut pada Februari lalu.
Kedatangan aparat bukan tanpa alasan. Mereka sedang memburu jejak seseorang. Barulah kemudian, kepingan puzzle mulai tersambung.
Rumah di Cicurug ini diduga kuat menjadi lokasi eksekusi keji sebelum sang korban dibawa jauh ke Jawa Tengah untuk dihilangkan jejaknya di dalam semen.
"Pas itu tiba-tiba polisi datang, katanya nyari orang. Warga baru tahu dari situ kalau ada masalah," ujar Rian.
Berita Terkait
-
Menantang Maut di Aliran Cikaso: Ketika Jalan Rusak Memaksa Warga Cilampahan Nyebrang dengan Perahu
-
Drama Subuh di Tanjakan Habibi: Jalur Wisata Sawarna Lumpuh Total Akibat Pohon Tumbang
-
Tiga Bulan Menanti Asa di Puing Rumah yang Ambruk: Kisah Pilu Buruh Serabutan di Tegalbuleud
-
Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Rekomendasi Produk Philips Terbaik Sepanjang Masa Berdasarkan Kategori
-
Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
-
Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi