- Gedung baru SMAN 1 Cibitung di Sukabumi terbengkalai sejak Februari 2026 dan kini dipasangi garis polisi.
- Proyek senilai Rp6,58 miliar tersebut didanai APBD 2025 dan dikerjakan oleh CV Putra Putri Mandiri.
- Penyebab terbengkalainya pembangunan dan pemasangan garis polisi di lokasi proyek masih belum diketahui pasti.
SuaraJabar.id - Alih-alih dipenuhi keriuhan siswa yang sedang menimba ilmu, gedung baru SMA Negeri (SMAN) 1 Cibitung justru diselimuti keheningan yang mencekam.
Alih-alih diresmikan dengan pita merah putih, bangunan yang terletak di Kampung Kubang–Pasirgede, Desa Cibitung, Kabupaten Sukabumi ini malah "dihiasi" oleh lilitan garis polisi (police line).
Pemandangan janggal ini menjadi sorotan tajam warga setempat. Bagaimana tidak, gedung yang diharapkan menjadi mercusuar pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Cibitung itu kini tampak seperti sebuah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejak pertengahan Februari 2026, tak ada lagi suara deru mesin atau hantaman palu di lokasi proyek. Pantauan di lapangan menunjukkan area pembangunan yang sunyi senyap, ditinggalkan para pekerjanya dalam kondisi bangunan yang jauh dari kata rampung.
Hanya papan informasi proyek dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang masih setia berdiri di depan gedung, seolah menjadi saksi bisu ambisinya yang terhenti.
Di atas kertas, proyek bertajuk "Pembangunan Unit Sekolah Baru SMAN 1 Cibitung" ini bukanlah proyek kecil. Nilai kontraknya mencapai angka fantastis Rp6.586.161.600.
Proyek yang didanai APBD 2025 ini dikerjakan oleh CV Putra Putri Mandiri dengan target waktu pelaksanaan hanya 50 hari kalender. Namun, saat kalender sudah memasuki akhir Maret 2026, gedung tersebut justru terbengkalai.
Pertanyaan besar pun muncul. Mengapa garis polisi kini melilit bangunan miliaran rupiah tersebut?
“Sudah ada sekitar lima hari dipasang police line. Yang dipasang terlihat jelas di bagian depan bangunan,” ungkap DH (40), seorang warga setempat dikutip dari Sukabumiupdate.com, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Geger Siang Bolong! Jasad Pria Tertelungkup di Aliran Air Dangkal Warudoyong Sukabumi
DH mengaku tak tahu pasti siapa yang memasang garis kuning tersebut atau apa alasannya. Baginya dan warga lain, kehadiran garis polisi itu menambah kabut misteri pada proyek yang sudah lama mangkrak ini.
Pihak otoritas wilayah pun dibuat kaget. Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cibitung, Sholeh, yang langsung turun ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut, hanya bisa mengonfirmasi kebenaran fenomena itu tanpa bisa memberi penjelasan lebih jauh.
“Kami baru saja mengecek ke lokasi, ternyata benar (ada garis polisi),” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab terhentinya pembangunan maupun alasan pemasangan garis polisi masih menjadi tanda tanya besar. Apakah ini terkait sengketa lahan, dugaan tindak pidana korupsi, atau kendala teknis lainnya?
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Proyek Rp6,5 Miliar Kini di Police Line, Bangunan SMAN 1 Cibitung Sukabumi Belum Rampung"
Berita Terkait
-
Geger Siang Bolong! Jasad Pria Tertelungkup di Aliran Air Dangkal Warudoyong Sukabumi
-
Tak Ada Ampun! Dedi Mulyadi "Haramkan" Kontraktor Nakal di Jabar: Hasil Buruk, Langsung Blacklist
-
Goalpara Tea Park Jadi Kambing Hitam? Dibalik Viral Jalur Sukaraja yang Tenggelam Bak Aliran Deras
-
Mencekam! Detik-detik Pikap Hantam Fortuner dan Datsun di Lingkar Selatan Sukabumi
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Dendam dan Incar Rumah Jadi Motif Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi