Wakos Reza Gautama
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:03 WIB
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Selasa (31/3/2026), melibatkan satu unit truk bermuatan barang makanan. [harapanrakyat.com]
Baca 10 detik
  • Sebuah truk boks terbalik di Jalan Raya Cisurupan Garut pada Selasa (31/3/2026) setelah menghindar dari tabrakan dengan sepeda motor.
  • Insiden ini menyebabkan kemacetan panjang total, dan evakuasi badan truk memakan waktu sekitar dua jam lamanya.
  • Pengemudi truk yang berhasil menghindari tabrakan fatal tersebut hingga kini identitasnya masih belum diketahui secara pasti.

SuaraJabar.id - Jalan Raya Cisurupan yang menghubungkan Garut menuju Cikajang dikenal sebagai jalur yang menuntut konsentrasi tinggi.

Namun, pada Selasa siang (31/3/2026), jalur ini mendadak berubah menjadi panggung drama yang mencekam bagi seorang pengemudi truk bermuatan barang makanan.

Truk boks dengan nomor polisi D 9456 AH itu awalnya melaju stabil. Namun, petaka bermula saat sang sopir memutuskan untuk menyalip sebuah angkutan kota (angkot) di kawasan Desa Sirnagalih.

Di saat posisi truk sedang "memakan" jalur lawan, tiba-tiba muncul dua sepeda motor dari arah berlawanan dengan kecepatan yang tak kalah tinggi.

Dalam hitungan detik, sang sopir dihadapkan pada pilihan sulit: beradu banteng dengan pemotor atau membuang arah. Ia memilih opsi kedua.

“Sopir langsung membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Truk itu sempat menyabet bagian depan bangunan warung saya sebelum akhirnya terbalik tepat di tengah jalan,” tutur Tia, pemilik warung yang menjadi saksi mata sekaligus korban terdampak di lokasi kejadian.

Hantaman keras itu memang tidak merenggut nyawa, namun dampaknya melumpuhkan urat nadi transportasi Garut Selatan.

Badan truk yang melintang lebar di tengah jalan menciptakan kemacetan panjang yang mengular. Kendaraan dari dua arah terhenti total, terjebak dalam antrean yang tak berujung.

Pihak Polsek Cisurupan yang tiba di lokasi segera berjibaku mengurai benang kusut lalu lintas. Sistem buka-tutup jalur diberlakukan secara darurat. Namun, mengevakuasi "raksasa" besi bermuatan penuh ini bukanlah perkara mudah.

Baca Juga: Peluru di Teheran, Luka di Cibuntu: Saat Perang Global Menjerat Napas Industri Plastik Bandung

Proses evakuasi memakan waktu hingga dua jam yang melelahkan. Petugas bersama warga harus mengeluarkan satu per satu muatan barang makanan dari dalam boks truk agar beban kendaraan menjadi ringan. Di bawah terik matahari, proses bongkar muat darurat itu dilakukan demi mengembalikan fungsi jalan.

“Kami harus mengeluarkan seluruh muatan boks truk terlebih dahulu. Setelah kosong, baru kendaraan tersebut bisa diseret ke pinggir jalan agar arus lalu lintas kembali normal,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Meski truk sudah berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali mengalir perlahan, sebuah teka-teki masih tertinggal.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pengemudi truk yang melakukan aksi penyelamatan berisiko tersebut masih belum diketahui secara pasti. Sang sopir dikabarkan masih dalam kondisi syok akibat insiden yang nyaris merenggut nyawa pemotor tersebut.

Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Hindari Tabrakan Maut, Truk Bermuatan Barang Terbalik di Cisurupan Garut hingga Timpa Warung"

Load More