Wakos Reza Gautama
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:11 WIB
proyek pembangunan gedung SMAN 1 Cibitung mangkrak dipasang garis polisi. [sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Proyek pembangunan SMAN 1 Cibitung senilai Rp6,58 miliar di Sukabumi berhenti total sejak Selasa, 31 Maret 2026.
  • Area konstruksi kini ditandai pita kuning "Do Not Cross" tanpa diketahui siapa pemasangnya sejak hampir seminggu.
  • Polda Jawa Barat dan PPK Pendidikan Jabar pernah mengecek lokasi proyek tersebut pada Februari lalu.

SuaraJabar.id - Seharusnya, Kampung Kubang–Pasirgede di Desa Cibitung kini bising oleh suara palu dan deru mesin konstruksi. Seharusnya, tunas-tunas baru bangunan SMAN 1 Cibitung sudah berdiri gagah sebagai harapan bagi anak-anak di pelosok Sukabumi.

Namun, yang tersisa pada Selasa siang (31/3/2026) hanyalah kesunyian yang mencekam dan bentangan pita kuning bertuliskan “Do Not Cross”.

Proyek prestisius senilai Rp6.586.161.600 ini kini tampak seperti "monumen mati". Tak ada aktivitas pekerja, tak ada deru alat berat. Area pembangunan unit sekolah baru itu mendadak lumpuh, menyisakan tanda tanya besar bagi warga sekitar.

Garis kuning yang melintang di bagian depan bangunan seolah menjadi sekat antara harapan warga dan realitas proyek yang macet.

Menurut penuturan RD, seorang warga setempat, pita peringatan itu sudah terpasang selama hampir sepekan terakhir tanpa kejelasan siapa yang memasangnya.

“Kurang lebih sudah enam harian dipasang. Tapi kami tidak tahu siapa yang memasang,” ujarnya lirih saat ditemui di lokasi.

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ini merupakan agenda besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui penyedia jasa CV Putra Putri Mandiri.

Surat perjanjian addendum tertanggal 11 Desember 2025 mencatat nilai kontrak yang fantastis, lebih dari 6,5 miliar rupiah.

Ironisnya, waktu pelaksanaan yang tercantum hanyalah 50 hari kalender. Dengan nilai denda keterlambatan 1/1000 yang mengancam, seharusnya proyek ini dikebut siang dan malam. Namun kenyataannya, lokasi proyek justru menjadi area terlarang yang sepi dari kegiatan.

Baca Juga: Gema Takbir Terakhir di Balik Dinding Kontrakan di Baros: Nestapa Akhir Hayat Rully Ahmadsyah

Keresahan warga makin mengental mengingat pada Februari lalu, lokasi ini sempat dikunjungi oleh rombongan yang tak biasa.

Bukan sekadar pengawas bangunan, melainkan tim dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Jabar.

Camat Cibitung, Hodan Firmansyah, mengonfirmasi kunjungan tersebut. Meski irit bicara, kehadirannya saat mendampingi tim kepolisian menunjukkan adanya atensi serius terhadap proyek miliaran ini.

“Kami memang mendampingi tim dari Polda dan PPK untuk mengecek lokasi pembangunan sekolah tersebut pada Februari lalu. Tapi kalau soal siapa yang memasang garis kuning itu, kami benar-benar tidak tahu,” tegas Hodan singkat.

Berhentinya proyek ini bukan sekadar urusan semen dan bata. Ada hak pendidikan ribuan remaja di Kecamatan Cibitung yang kini seolah tergadai oleh ketidakpastian.

Jika proyek ini terus dibiarkan mangkrak, anggaran miliaran rupiah dari uang rakyat tersebut terancam menjadi sia-sia.

Load More