- Ayang Reza melakukan aksi arogansi dan kekerasan terhadap pemilik villa di kawasan wisata Citiis, Tasikmalaya, melalui video viral.
- Seorang wanita pemilik villa melawan tindakan premanisme tersebut dengan berani, sehingga memicu kecaman luas di media sosial.
- Ayang Reza secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya demi menghindari proses hukum lebih lanjut.
SuaraJabar.id - Masih segar dalam ingatan publik video berdurasi 4 menit 47 detik yang memperlihatkan seorang pria berjaket hitam sedang "berkuasa" di kawasan wisata Citiis, Padakembang, Tasikmalaya. Dengan nada tinggi, kata-kata kasar, hingga kontak fisik, ia seolah ingin menunjukkan siapa bos besar di sana.
"Aing teh penguasa Citiis!" (Saya ini penguasa Citiis!), teriaknya lantang dalam rekaman yang memicu kegeraman netizen tersebut.
Namun, Selasa (31/3/2026), pemandangan kontras tersaji. Pria yang diketahui bernama Ayang Reza itu tak lagi tampil garang.
Warga Kampung Bendungan ini tampak tertunduk lesu di hadapan pihak-pihak terkait. Nafas arogansinya berganti dengan suara rendah saat membacakan surat pernyataan permohonan maaf.
Kejadian yang memicu kecaman publik itu bermula saat Ayang Reza mendatangi sebuah villa di objek wisata Citiis. Dalam video yang viral, ia terlihat kehilangan kendali, memukul tangan warga, hingga mencoba mendorong dada orang yang ada di hadapannya.
Alih-alih membuat takut, aksi premanisme Ayang justru mendapat perlawanan telak dari seorang wanita yang diduga merupakan pemilik villa.
Dengan keberanian luar biasa, wanita tersebut melontarkan kalimat yang kini banyak dikutip netizen sebagai simbol keberanian melawan penindasan.
"Urang mah teu sieun ku jelema, sarua dahar sangu keneh" (Saya tidak takut sama manusia, sama-sama masih makan nasi), tegas wanita itu, mematahkan klaim kekuasaan Ayang dalam sekejap.
Setelah videonya viral dan menjadi bola panas di media sosial, Ayang Reza akhirnya memilih jalan damai lewat sebuah pernyataan tertulis.
Baca Juga: Gelisah di Balik Seragam ASN: DPRD Kota Banjar Pasang Badan Cegah Badai PHK PPPK di Tahun 2027
Di bawah bayang-bayang proses hukum, ia menyatakan penyesalannya telah mengganggu ketertiban di lokasi milik Bapak Jamal.
"Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan di kemudian hari. Apabila terjadi kembali, saya siap menjalani proses secara hukum," ucap Ayang saat membacakan suratnya dengan nada lesu.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Pria yang Ngamuk Mengaku Penguasa di Kawasan Wisata Citiis Tasikmalaya Akhirnya Minta Maaf"
Berita Terkait
-
Gelisah di Balik Seragam ASN: DPRD Kota Banjar Pasang Badan Cegah Badai PHK PPPK di Tahun 2027
-
Satu Detik Penentu Nasib: Drama Truk Terguling di Balik Rimbunnya Jalur Cisurupan Garut
-
Peluru di Teheran, Luka di Cibuntu: Saat Perang Global Menjerat Napas Industri Plastik Bandung
-
Berkah di Balik Hiruk Pikuk Idul Fitri: Ribuan Langkah Wisatawan Mempertebal Kantong PAD Ciamis
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna