Andi Ahmad S
Senin, 20 April 2026 | 15:23 WIB
Ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha (tengah) saat melaporkan seorang perawat berinisial N atas dugaan percobaan penculikan bayi ke Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Baca 10 detik
  • Nina Saleha melaporkan perawat berinisial N ke Polda Jabar terkait dugaan percobaan penculikan bayi di RSHS Bandung.
  • Laporan ini merujuk pada Pasal 450 dan 452 KUHP atas kejadian bayi yang nyaris tertukar pada April 2026.
  • Pihak keluarga mendesak kepolisian memeriksa CCTV dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus kelalaian perawat tersebut.

SuaraJabar.id - Babak baru kasus yang menyayat hati keluarga kembali memanas di Jawa Barat. Setelah sempat menggegerkan jagat maya, kini kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berlanjut ke meja hukum pidana.

Pihak keluarga korban akhirnya mengambil langkah tegas demi mencari kebenaran dan keadilan.

Kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati menjelaskan laporan tersebut dibuat setelah pihaknya berkonsultasi dengan Direktorat Pelayanan Perempuan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat.

“Jadi kemarin Ibu Nina Soleha berniat untuk membuatkan LP, terlapornya perawat N dan barusan kita konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP,” kata Mira dilansir dari Antara, Senin (20/4/2026).

Ia menyebut laporan awal mengarah pada dugaan percobaan penculikan, meski tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke tindak pidana lain, termasuk dugaan TPPO.

“Dikembangkan. Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu,” katanya.

Mira menegaskan laporan tersebut ditujukan kepada individu, bukan institusi rumah sakit. Namun pihaknya mendorong penyidik untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan,” ujarnya.

Terkait uji DNA, Mira menyebut kliennya masih mempertimbangkan, namun meyakini bayi tersebut adalah anaknya berdasarkan tanda-tanda yang dikenali.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20-25 April 2026: Cek Lokasi, Syarat, Cara Perpanjang SIM

Sebelumnya, seorang ibu atas nama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok.

Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan RSHS Kota Bandung.

Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tidak dikenal yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.

Load More