- Nina Saleha melaporkan perawat berinisial N ke Polda Jabar terkait dugaan percobaan penculikan bayi di RSHS Bandung.
- Laporan ini merujuk pada Pasal 450 dan 452 KUHP atas kejadian bayi yang nyaris tertukar pada April 2026.
- Pihak keluarga mendesak kepolisian memeriksa CCTV dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus kelalaian perawat tersebut.
SuaraJabar.id - Babak baru kasus yang menyayat hati keluarga kembali memanas di Jawa Barat. Setelah sempat menggegerkan jagat maya, kini kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berlanjut ke meja hukum pidana.
Pihak keluarga korban akhirnya mengambil langkah tegas demi mencari kebenaran dan keadilan.
Kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati menjelaskan laporan tersebut dibuat setelah pihaknya berkonsultasi dengan Direktorat Pelayanan Perempuan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat.
“Jadi kemarin Ibu Nina Soleha berniat untuk membuatkan LP, terlapornya perawat N dan barusan kita konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP,” kata Mira dilansir dari Antara, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut laporan awal mengarah pada dugaan percobaan penculikan, meski tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke tindak pidana lain, termasuk dugaan TPPO.
“Dikembangkan. Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu,” katanya.
Mira menegaskan laporan tersebut ditujukan kepada individu, bukan institusi rumah sakit. Namun pihaknya mendorong penyidik untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan,” ujarnya.
Terkait uji DNA, Mira menyebut kliennya masih mempertimbangkan, namun meyakini bayi tersebut adalah anaknya berdasarkan tanda-tanda yang dikenali.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20-25 April 2026: Cek Lokasi, Syarat, Cara Perpanjang SIM
Sebelumnya, seorang ibu atas nama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok.
Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan RSHS Kota Bandung.
Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tidak dikenal yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.
Berita Terkait
-
Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20-25 April 2026: Cek Lokasi, Syarat, Cara Perpanjang SIM
-
Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Stadion Suryakencana Sukabumi Rusak Parah Usai Konser, Rumput Hancur dan Sampah Menggunung
-
Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20-25 April 2026: Cek Lokasi, Syarat, Cara Perpanjang SIM
-
Terbanyak se-Indonesia! Kabupaten Bogor Berangkatkan 2.405 Calon Jemaah Haji Tahun 2026
-
Resmi Naik! Harga Elpiji 12 Kg Jadi Rp228 Ribu dan 5,5 Kg Jadi Rp107 Ribu Mulai 18 April 2026
-
Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total