Andi Ahmad S
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi Warga Kayumanis Bogor Tolak fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Munjul, Bogor menolak rencana pembangunan fasilitas PSEL karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses sosialisasi yang transparan.
  • Warga khawatir proyek pengolahan sampah tersebut akan menimbulkan dampak kesehatan serta kerusakan lingkungan bagi penduduk di sekitar lokasi.
  • Pemerintah Kota Bogor didesak segera melakukan dialog terbuka serta mempertimbangkan lokasi alternatif untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

SuaraJabar.id - Rencana Pemkot Bogor untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Munjul, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, kini menuai penolakan keras dari masyarakat setempat.

Warga menilai proyek tersebut tidak lahir dari komunikasi yang terbuka dan justru memicu kekhawatiran mendalam terkait dampak kesehatan dan lingkungan.

Salah satu kritik utama dari warga adalah minimnya sosialisasi yang transparan dari Pemkot Bogor. Tokoh pemuda Munjul, Aden, menyebut warga sempat mengira lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas lain, bukan PSEL.

“Warga di sini mengira akan dibangun Wisma Atlet, bukan PSEL. Tahu PSEL pun dari berita-berita yang muncul di media,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam. Warga merasa informasi yang disampaikan sebelumnya tidak sesuai dengan rencana yang kini muncul ke publik.

“Seolah-olah kami dikelabui. Tiba-tiba muncul rencana pengolahan sampah di wilayah kami,” tambahnya.

Ketiadaan komunikasi yang jujur dan terbuka ini merusak kepercayaan publik dan memperparah penolakan.

Selain soal transparansi, kekhawatiran utama warga adalah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan.

Mereka menilai keberadaan PSEL berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kualitas udara dan kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot

“Rencana ini bisa berdampak panjang terhadap kesehatan warga dan lingkungan,” tegas Aden.

Sejumlah Ibu-ibu di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal Menolak Pembangunan fasilitas pengolahan sampah [SuaraBogor/Warga]

Meskipun PSEL mengusung teknologi modern, emak-emak dan warga tetap khawatir terhadap potensi emisi, bau tidak sedap, atau residu yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan dan lingkungan hidup mereka.

Warga lainnya, Adit, melontarkan kritik lebih tajam dengan mempertanyakan urgensi proyek tersebut. Ia menilai kontribusi energi yang dihasilkan dari PSEL tidak sebanding dengan potensi dampak negatif yang harus ditanggung masyarakat.

“Kontribusi energinya kecil, tapi dampaknya langsung ke warga. Ini yang kami tolak,” katanya.

Adit juga melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah secara umum, menyinggung proyek infrastruktur yang dinilai belum tuntas.

“Bangun jalan Batutulis saja belum selesai, sekarang mau bangun pengolahan sampah. Harusnya fokus dulu,” cetusnya.
Kritik ini menunjukkan bahwa warga mengharapkan pemerintah memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek yang sudah berjalan dan memberikan dampak langsung.

Load More