Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:17 WIB
Adik korban dari pelaku penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR saat menerima uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). [ANTARA/Rubby Jovan]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalihkan hadiah sayembara Rp250 juta kepada korban setelah tersangka Taufik Hidayat ditangkap polisi.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menanggung biaya pengobatan korban hingga pulih dengan estimasi anggaran mencapai Rp1 miliar.
  • Pengumuman sayembara terbukti memberikan tekanan psikologis bagi tersangka sehingga ia terus berpindah tempat hingga akhirnya berhasil ditangkap.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan bagi penangkap tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR dialihkan seluruhnya untuk membantu masa depan korban.

Keputusan tersebut diambil setelah tersangka Taufik Hidayat berhasil ditangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat. Karena penangkapan dilakukan aparat kepolisian, hadiah sayembara tidak diberikan kepada individu tertentu.

“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” kata Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat.

Dedi menilai keputusan tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah kepada korban, yang saat ini masih menjalani proses pemulihan fisik maupun psikologis akibat kekerasan yang dialaminya.

Selain itu, Dedi mengungkapkan pengumuman sayembara juga memberikan tekanan psikologis terhadap tersangka selama menjadi buronan. Menurutnya, hadiah yang diumumkan ke publik membuat pelaku merasa terus diburu sehingga berpindah-pindah tempat persembunyian sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ujarnya.

Tak hanya mengalihkan hadiah sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung hingga benar-benar pulih. Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan biaya perawatan selama dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar dan telah disiapkan pemerintah daerah.

“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata Dedi.

Ia juga meminta masyarakat yang ingin memberikan bantuan agar mengarahkan donasi untuk mendukung kehidupan keluarga dan masa depan korban, bukan lagi untuk biaya pengobatan yang telah dijamin pemerintah.

Baca Juga: Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba

“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa fokus utama penanganan kasus ini bukan hanya memastikan pelaku diproses secara hukum, tetapi juga menjamin korban memperoleh perlindungan, pemulihan, dan masa depan yang lebih baik.

Load More