Ronald Seger Prabowo
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:43 WIB
Aji Bayu Ramadhan meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan raihan IPK 3.84 dari total 1.204 lulusan yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda saat diwawancarai media di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2026). [ANTARA/Ilham Nugraha]
Baca 10 detik
  • Aji Bayu Ramadhan, anak buruh bangunan asal NTT, menjadi lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII tahun 2026.
  • Ia resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Aji meraih IPK 3,84 dan menciptakan tiga sistem teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

SuaraJabar.id - Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Aji Bayu Ramadhan mengukir prestasi. Putra seorang buruh bangunan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84.

Prestasi tersebut diraih Aji di antara 1.204 praja yang resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda dalam upacara pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Aji mengaku pencapaiannya merupakan kebanggaan bagi keluarga sekaligus bukti bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita.

"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," ungkap dia usai pelantikan

Predikat lulusan terbaik tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Aji merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan. Ia berasal dari jalur pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dan merupakan putra pasangan Winoto Hadi, seorang buruh bangunan, serta Wahyuniarti yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Menurut Aji, nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya menjadi pegangan selama menempuh pendidikan di IPDN, terutama untuk tetap rendah hati dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Ia menuturkan kondisi ekonomi keluarga justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan di IPDN.

Baca Juga: Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan

Setelah resmi menjadi Pamong Praja Muda, Aji bertekad memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selama menempuh pendidikan, ia mengaku telah mengembangkan tiga sistem yang dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Aji juga mengajak generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak ragu mengejar pendidikan dan prestasi.

Menurutnya, kerja keras, doa orang tua, serta semangat belajar menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita, terlepas dari keterbatasan yang dimiliki.

[ANTARA]

Load More