- Aji Bayu Ramadhan, anak buruh bangunan asal NTT, menjadi lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII tahun 2026.
- Ia resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Aji meraih IPK 3,84 dan menciptakan tiga sistem teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
SuaraJabar.id - Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Aji Bayu Ramadhan mengukir prestasi. Putra seorang buruh bangunan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84.
Prestasi tersebut diraih Aji di antara 1.204 praja yang resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda dalam upacara pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Aji mengaku pencapaiannya merupakan kebanggaan bagi keluarga sekaligus bukti bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," ungkap dia usai pelantikan
Predikat lulusan terbaik tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Aji merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan. Ia berasal dari jalur pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dan merupakan putra pasangan Winoto Hadi, seorang buruh bangunan, serta Wahyuniarti yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Menurut Aji, nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya menjadi pegangan selama menempuh pendidikan di IPDN, terutama untuk tetap rendah hati dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," katanya.
Ia menuturkan kondisi ekonomi keluarga justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan di IPDN.
Baca Juga: Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan
Setelah resmi menjadi Pamong Praja Muda, Aji bertekad memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selama menempuh pendidikan, ia mengaku telah mengembangkan tiga sistem yang dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Aji juga mengajak generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak ragu mengejar pendidikan dan prestasi.
Menurutnya, kerja keras, doa orang tua, serta semangat belajar menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita, terlepas dari keterbatasan yang dimiliki.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor