Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Ilustrasi potret kemiskinan (Freepik/jcomp)
Baca 10 detik
  • Meski jumlah penduduk miskin menyusut, ketimpangan pengeluaran masyarakat justru meningkat. Gini Ratio Jawa Barat pada Maret 2026 tercatat 0,413, naik 0,016 poin dibandingkan September 2025.
  • Perbaikan kualitas kemiskinan juga tercermin dari penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,14 menjadi 1,04. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,27 menjadi 0,23.
  • Komoditas makanan masih mendominasi pembentukan garis kemiskinan dengan kontribusi sebesar 74,48 persen.

Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan. Di wilayah perkotaan, beras menyumbang 21,33 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 26,78 persen.

Selain beras, rokok kretek filter juga menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi cukup besar, yakni 10,63 persen di perkotaan dan 6,88 persen di perdesaan.

Di tengah penurunan angka kemiskinan, kenaikan Gini Ratio menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian. Angka 0,413 menunjukkan ketimpangan pengeluaran antarkelompok masyarakat di Jawa Barat pada Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

BPS menilai perbaikan angka kemiskinan perlu berjalan beriringan dengan upaya menekan ketimpangan agar peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Jawa Barat.

Load More