- Meski jumlah penduduk miskin menyusut, ketimpangan pengeluaran masyarakat justru meningkat. Gini Ratio Jawa Barat pada Maret 2026 tercatat 0,413, naik 0,016 poin dibandingkan September 2025.
- Perbaikan kualitas kemiskinan juga tercermin dari penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,14 menjadi 1,04. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,27 menjadi 0,23.
- Komoditas makanan masih mendominasi pembentukan garis kemiskinan dengan kontribusi sebesar 74,48 persen.
SuaraJabar.id - Persentase kemiskinan di Jawa Barat menurun menjadi 6,54 persen pada Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin berkurang 114,23 ribu jiwa dibandingkan September 2025.
Meski jumlah penduduk miskin menyusut, ketimpangan pengeluaran masyarakat justru meningkat. Gini Ratio Jawa Barat pada Maret 2026 tercatat 0,413, naik 0,016 poin dibandingkan September 2025.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara umum indikator kemiskinan di Jawa Barat mengalami perbaikan, baik dari sisi jumlah maupun tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
“Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, indikator kemiskinan di Jawa Barat secara umum membaik dibandingkan September 2025. Namun indikator ketimpangan mengalami kenaikan sehingga tetap perlu menjadi perhatian,” kata Ari melansir ANTARA, Sabtu (8/8/2026).
Dengan penurunan tersebut, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat kini tercatat sekitar 3,44 juta jiwa.
Perbaikan kualitas kemiskinan juga tercermin dari penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,14 menjadi 1,04. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,27 menjadi 0,23.
Indeks Kedalaman Kemiskinan menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Adapun Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Meski secara keseluruhan jumlah penduduk miskin menurun, penurunan tersebut belum terjadi secara merata antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Di wilayah perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang 124,61 ribu jiwa. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di perdesaan justru bertambah 10,38 ribu jiwa atau meningkat 0,20 poin persentase.
Baca Juga: Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam penurunan kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat.
Garis Kemiskinan Rp609.790 per Kapita
BPS menetapkan garis kemiskinan Jawa Barat pada Maret 2026 sebesar Rp609.790 per kapita per bulan.
Menurut Ari, pengukuran kemiskinan dilakukan berdasarkan konsep kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun nonmakanan.
“BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan,” kata Ari.
Komoditas makanan masih mendominasi pembentukan garis kemiskinan dengan kontribusi sebesar 74,48 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar