- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggencarkan pemberantasan peredaran obat keras dan minuman keras ilegal.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengawasan bersama aparat kewilayahan untuk membatasi ruang gerak tramadol ilegal.
- Polresta Bandung berhasil menyita sekitar satu juta butir obat keras tertentu sebagai barang bukti pengungkapan kasus.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menggencarkan upaya pemberantasan peredaran obat keras tertentu (OKT) dan minuman keras ilegal di wilayah Jabar.
Beberapa akun media sosial gencar membocorkan tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi penjual OTK, di antaranya di wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan daerah lainnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mempersempit ruang gerak peredaran tramadol ilegal yang dinilai semakin mengkhawatirkan, di antaranya dengan pengawasan ketat bersama aparat kewilayahan.
"Ya sudah, gini saja deh, Tramadol itu hal yang mudah (diberantas), di setiap desa dan kelurahan ada Babinsa, ada Babinkamtibmas, ada Polsek, ada Polres," katanya, Selasa (4/8/2026).
"Dan Pak Kapolda sudah berkomitmen yang sangat kuat agar itu diberantas," tegas KDM sapaan akrabnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, pihak Polresta Bandung berhasil mengungkap peredaran OTK dengan jumlah barang bukti yang cukup besar.
Keberhasilan Polresta Bandung dalam mengungkap kasus peredaran OTK tersebut, menurutnya
harus diikuti oleh Polres di wilayah Jabar lainnya.
"Kabupaten Bandung kan Polresnya sudah bisa mumpulkan hampir 1 juta butir. Nah nanti tinggal diikuti oleh Polres Polres yang lain," jelasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, Pemerintah tidak boleh takut dengan intervensi dari siapapun dalam memberantas peredaran barang haram ini.
Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
"Ya enggak ada backing-backing, masa negara kalah oleh backing," tegas Dedi Mulyadi.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028