- Susanah, penjahit lap majun asal Bogor, diperkenalkan Presiden Prabowo sebagai pengupas bawang dalam sidang tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.
- Keluarga serta tetangga merasa kebingungan karena pekerjaan asli Susanah adalah menjahit kain sisa dan mencuci wadah makanan di SPPG.
- Pernyataan tersebut memicu perhatian publik di media sosial karena terdapat perbedaan profesi yang cukup jauh dari kenyataan sehari-hari.
SuaraJabar.id - Suara deru mesin jahit telah menjadi 'musik' harian yang mengisi sudut rumah Susanah di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Di bagian depan rumah sederhananya, sebuah mesin jahit tua berdiri gagah di antara tumpukan karung berisi kain majun yang siap diolah.
Mesin dan bahan kain itu memang bukan miliknya. Tugas Susanah adalah menyusun potongan-potongan kain sisa tersebut dan menjahitnya hingga menjadi lap yang bernilai jual.
Namun, dari tumpukan kain majun inilah, sebagian napas perekonomian keluarganya bergantung.
Bersama suami dan tiga buah hatinya, Susanah tinggal di bangunan yang amat bersahaja.
Dinding batakonya masih polos tanpa balutan cat, sementara beberapa sudut keramik di lantainya sudah tampak retak dimakan waktu.
Meski begitu, dari ruangan kecil di RT 1 RW 4 itulah, jemari Susanah terus bergerak demi menopang masa depan keluarga.
Kaca di bagian depan rumah terbuka dan pecah, sementara pada bagian atas bangunan, bilik serta genteng terlihat telah menua. Kondisi itu membuat air berpotensi masuk ketika hujan turun.
Di tengah keterbatasan tersebut, Susanah menjalani hari-harinya dengan bekerja sejak pagi.
Baca Juga: Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
Ia menjahit lap majun sebelum melanjutkan pekerjaan lain sebagai pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wina, 38 tahun, adik ipar Susanah itu menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dijalani Susanah hampir setiap hari.
Keseharian itu mendadak menjadi perhatian setelah Susanah hadir sebagai salah satu tamu dalam sidang tahunan MPR serta sidang bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat (14/8/2026) lalu.
Saat menyampaikan pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan delapan tamu istimewa yang berasal dari sejumlah kelompok penerima manfaat program pemerintah.
Mereka antara lain siswa Sekolah Rakyat serta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis dan bantuan sosial.
Susanah, warga Cileungsi, menjadi salah satu sosok yang diperkenalkan.
Tag
Berita Terkait
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Viral Pidato Presiden Prabowo Soal Upah Pengupas Bawang, Warga Bogor Beberkan Fakta Lapangan
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Kecelakaan Tunggal Mobil Suzuki Carry Terjun ke Jurang di Ciamis, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung