- Susanah, penjahit lap majun asal Bogor, diperkenalkan Presiden Prabowo sebagai pengupas bawang dalam sidang tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.
- Keluarga serta tetangga merasa kebingungan karena pekerjaan asli Susanah adalah menjahit kain sisa dan mencuci wadah makanan di SPPG.
- Pernyataan tersebut memicu perhatian publik di media sosial karena terdapat perbedaan profesi yang cukup jauh dari kenyataan sehari-hari.
Akan tetapi, Prabowo menyebut Susanah bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu per kilogram.
Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. Bukan hanya nominalnya yang dipertanyakan, profesi yang disebutkan juga berbeda dengan pekerjaan Susanah sehari-hari.
Di Kampung Ciuncal, keluarga dan tetangga dibuat kebingungan. Mereka mengenal Susanah sebagai penjahit lap majun dan pencuci ompreng, bukan pengupas bawang.
“Ya kaget aja, semuanya juga bingung di sini, keluarga tetangga semuanya, mungkin saya pikir juga pak Prabowo salah sebut, kan aslinya bu Susanah penjait sama pencuci ompreng di SPPG,” ujar Wina saat disambangi, SuaraBogor.id, Senin (17/8/2026).
Kebingungan juga dirasakan Susanah yang saat itu masih mengikuti rangkaian acara di Jakarta. Ia sempat menghubungi Wina melalui Whatsapp setelah mendengar profesinya disebut berbeda.
“Dia sampai nge WA saya, bingung katanya disebut tukang kupas bawang, ya saya tenangin aja ke dia biar ikutin acara sampai selesai,” kata Wina.
Keluarga semakin heran karena beberapa hari sebelum Susanah berangkat ke Jakarta, ada pihak yang datang meliput kegiatannya.
Aktivitas Susanah ketika menjahit kain majun di rumah juga sempat didokumentasikan.
“Nah beberapa hari juga sebelum diundang ke jakarta sempat ada yang meliput ke sini, meliput kegiatan dia, bagaimana dia menjahit lap majun,” katanya.
Baca Juga: Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
Susanah juga bukan pemilik usaha pembuatan lap majun. Statusnya hanya pekerja. Mesin jahit dan bahan yang digunakannya merupakan milik orang lain.
“Bu Susanah cuman kuli disitu, mesin jahit sama bahannya punya orang lain,” terangnya.
Upah yang diterima Susanah dihitung berdasarkan berat lap majun yang berhasil dikerjakan.
Untuk menjahit, upahnya Rp700 per kilogram. Adapun pekerja yang bertugas menyusun kain memperoleh Rp600 per kilogram.
“Upahnya Rp700 perak perkilogram,nah kalau bagian nyusun itu Rp600 perak per kilogram,” kata Wina.
Selepas menjahit sejak pagi, Susanah berangkat menuju SPPG sekitar pukul 13.00 WIB.
Tag
Berita Terkait
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Viral Pidato Presiden Prabowo Soal Upah Pengupas Bawang, Warga Bogor Beberkan Fakta Lapangan
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi, Diduga Hilang dari Desa Cisarua
-
Dedi Mulyadi Minta Maaf di HUT ke-81 RI, Soroti Bahaya Feodalisme di Birokrasi
-
HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM