Ronald Seger Prabowo
Senin, 31 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi pameran produk-produk dalam negeri. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 61 persen Gen Z dan milenial memilih produk lokal untuk mengekspresikan identitas bangsa.
  • Bank Indonesia menggelar pameran KKI 2026 yang menghasilkan omzet UMKM kreatif sebesar Rp144,2 miliar.
  • Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyatakan generasi muda berpeluang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

SuaraJabar.id - Kebanggaan terhadap produk dalam negeri kini semakin kuat di kalangan generasi muda. Di tangan Generasi Z dan milenial, gerakan local pride tidak lagi sebatas tren, tetapi berkembang menjadi kekuatan yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke pasar global.

Berdasarkan survei IDN Research Institute, sebanyak 61 persen Gen Z dan milenial secara sadar memilih dan membeli produk lokal sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas bangsa.

Bagi generasi muda, produk lokal bukan sekadar barang yang digunakan sehari-hari. Merek dalam negeri dinilai menjadi bagian dari cara mereka mengekspresikan identitas, nilai personal, hingga karakter.

Fenomena tersebut didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, produk lokal mampu membangun ikatan emosional melalui cerita di balik produk, termasuk perjuangan pelaku usaha serta kekayaan budaya Nusantara yang diangkat melalui strategi storytelling.

Kedua, kualitas dan inovasi produk lokal semakin mampu bersaing. Desain yang unik, estetika modern, serta penerapan prinsip ramah lingkungan membuat produk dalam negeri semakin memiliki daya tarik, termasuk bagi konsumen di pasar internasional.

Ketiga, perkembangan ekosistem digital mempercepat popularitas produk lokal. TikTok dan Instagram, misalnya, memungkinkan konsumen menemukan produk, melihat ulasan, hingga mengikuti tren melalui konten kreatif. Perkembangan social commerce juga semakin memudahkan ketertarikan konsumen berujung pada transaksi.

Dukungan terhadap produk lokal pun tidak hanya terjadi di ruang digital. Berbagai pameran dan gelaran UMKM menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha kreatif dengan konsumen, termasuk generasi muda.

Salah satunya terlihat dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan Youth Zone sebagai ruang bagi pelaku usaha, perajin, dan desainer dari kalangan generasi muda untuk memperkenalkan karya mereka.

KKI 2026 juga mencatat transaksi yang cukup signifikan. Selama tiga hari penyelenggaraan, omzet penjualan UMKM kreatif mencapai Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Sementara itu, transaksi business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar. Transaksi tersebut melibatkan pembeli dari 16 negara dan 192 UMKM.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengatakan, besarnya jumlah Gen Z dan milenial di Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Gen Z dan milenial mencakup hampir separuh penduduk Indonesia. Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda bukan hanya menjadi konsumen produk kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru,” ujar Thomas dalam gelaran KKI 2026.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi kreatif tidak berhenti pada peningkatan konsumsi produk lokal, tetapi juga melahirkan lebih banyak pelaku usaha dan inovator baru.

Dengan dukungan teknologi digital, inovasi, dan kualitas produk yang semakin kompetitif, gerakan local pride berpeluang menjadi kekuatan ekonomi baru. Di saat yang sama, produk lokal dapat menjadi medium untuk membawa cerita dan kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal di tingkat dunia.

Load More