“Saya bisa bilang bahwa perjalanan yang saya tempuh tidak mudah ya, termasuk harus mengikuti seleksi ketat di Palembang hingga dua kali percobaan. Akan tetapi, akhirnya saya berhasil membuktikan komitmen saya,” kenang Dewi.
Dewi bercerita bahwa tugas pertamanya sebagai Mantri dimulai di BRI Unit Sendang Agung, Lampung Tengah, yang masih merupakan kantor unit baru. Kala itu, ia pun harus aktif membangun basis nasabah dari pint uke pintu dan menemukan bahwa banyak pedagang pasar tradisional di wilayah tersebut masih belum akrab dengan layanan perbankan formal serta bergantung pada rentenir dengan bunga tinggi.
Melihat kondisi tersebut, Dewi pun terpanggil untuk membantu para pedagang. Secara konsisten, ia berbaur dan melakukan edukasi keuangan langsung kepada para pedagang. Perlahan namun pasti, Dewi memperkenalkan solusi pembiayaan mikro yang aman, transparan, dan terjangkau dari BRI.
"Saya masuk mengedukasi pedagang-pedagang pasar. Kita kasih pinjaman sehingga mereka terlepas dari rentenir itu. Bagi saya pribadi, ada rasa bangga yang luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan, kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,” sebutnya.
Langkah berani Dewi bukan tanpa hambatan. Keberhasilannya mengalihkan para pedagang dari rentenir ke layanan BRI sempat memicu kemarahan para rentenir lokal hingga menimbulkan situasi "perang dingin" di area pasar. Bahkan, salah seorang rentenir sempat membujuknya untuk melakukan kerja sama tidak resmi. Namun, Dewi menolak tawaran tersebut dengan tegas tersebut demi melindungi kepentingan para nasabah dan nama baik BRI.
“Bagi saya, bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa yang telah menjadi bagian dari diri saya. BRI sudah menjadi darah daging bagi saya selama hampir 15 tahun ini," ujarnya.
Komitmen inilah yang membuatnya tetap tegar menghadapi berbagai dinamika lapangan. Bagi Dewi, kunci dari ketahanan kerja belasan tahun ini adalah rasa syukur dan fokus pada tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga keluarga serta kemajuan nasabah.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa penguatan peran Mantri menjadi salah satu bentuk konsistensi BRI dalam menjaga kedekatan dengan segmen mikro dan UMKM.
“Mantri menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung. Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah dengan lebih dekat sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,” ujar Dhanny. ***
Baca Juga: BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
Berita Terkait
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Dari Modal Kecil Hingga Naik Kelas, BRI Dampingi Pelaku UMKM: Simak Karya Insan BRI M A Hasibuan
-
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BRI Kian Agresif Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September