Ronald Seger Prabowo
Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:38 WIB
Pemulung memilah sampah plastik di zona perluasan atau zona 5 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura.
Baca 10 detik
  • Kepala UPTD TPPA Sarimukti Arief menyatakan kapasitas Zona 5 diperkirakan habis pada November 2026.
  • Zona 5 telah menampung 560 ribu ton sampah akibat tingginya volume kiriman serta pemadatan yang belum optimal.
  • Pengendalian volume sampah dari daerah pengirim diperlukan untuk memaksimalkan sisa kapasitas fasilitas tersebut.

SuaraJabar.id - Kapasitas Zona 5 Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir atau TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diperkirakan habis pada November 2026.

Perkiraan tersebut lebih cepat dari masa layanan yang sebelumnya dirancang hingga Agustus 2027.

Kepala UPTD TPPA Sarimukti Arief mengatakan, proyeksi tersebut berdasarkan perbandingan sisa kapasitas zona dengan volume sampah yang terus masuk setiap hari.

“Kalau kita perkirakan jumlah sampah masuk dengan sisa kapasitas hanya bisa sampai November 2026. Yang seharusnya di bulan Agustus 2027,” kata Arief, Selasa (6/10/2026).

Zona 5 memiliki kapasitas sekitar 1,8 juta meter kubik atau setara 700 ribu ton sampah. Hingga saat ini, sekitar 560 ribu ton sampah telah tertampung atau mencapai sekitar 80 persen dari kapasitas.

Ketinggian timbunan sampah juga telah mencapai 16-17 meter, sementara batas desain Zona 5 berada di kisaran 20 meter.

Menurut Arief, salah satu faktor yang mempercepat penggunaan kapasitas adalah pemadatan sampah yang belum optimal akibat keterbatasan alat berat.

Selain itu, volume sampah yang dikirim dari sejumlah kabupaten dan kota masih relatif tinggi, termasuk tambahan kiriman saat terjadi kondisi darurat persampahan.

“Kita sudah berulang kali meminta kabupaten dan kota mengurangi volume sampah yang dikirim ke Sarimukti,” ujarnya.

Baca Juga: Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur

UPTD Sarimukti juga terus melakukan penutupan timbunan dengan tanah. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kapasitas karena sejumlah area yang telah ditutup kembali digunakan untuk menampung sampah.

Pengendalian volume sampah dari daerah pengirim dan optimalisasi pemadatan kini menjadi langkah penting agar sisa kapasitas Zona 5 dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin hingga fasilitas pengelolaan sampah berikutnya tersedia.

[ANTARA]

Load More