- Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI dan teknologi PSEL di Jakarta.
- Integrasi hulu ke hilir tersebut dilakukan untuk mewujudkan kota cerdas serta mengatasi tantangan pengelolaan sampah perkotaan.
- Keberhasilan program bergantung pada kesiapan pemda, keterlibatan dunia usaha, serta kolaborasi antar-kota dalam ASEAN Smart Cities Network.
SuaraJabar.id - Kemendagri mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Agenda itu bagian dari rangkaian IISMEX 2026 yang mempertemukan pemerintah pusat-daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra internasional.
Menurut Safrizal, pengelolaan sampah adalah tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian penting agenda Smart City.
Kota cerdas, katanya, bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan kemampuan pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata dia dalam pernyataan yang diterima, Selasa (18/8/2026).
Ia menegaskan penanganan sampah harus terpadu dari hulu ke hilir. Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat — pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemilahan sejak dari sumber. Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.
"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.
Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu.
Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda — kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.
Baca Juga: Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelasnya, seraya mendorong keterlibatan dunia usaha dalam teknologi dan investasi, dengan pemda memastikan kesiapan tata kelola.
Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.
Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kota yang memiliki teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menggunakan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat
-
Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar
-
Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN
-
DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar
-
Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor