Andi Ahmad S
Senin, 26 Oktober 2026 | 15:56 WIB
Ilustrasi kebakaran. [Ist]
Baca 10 detik
  • Tiga ruko di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, mengalami kebakaran hebat pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026.
  • Petugas pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bogor mengerahkan dua belas unit kendaraan untuk memadamkan api selama tujuh jam.
  • Insiden kebakaran tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan adanya korban jiwa maupun korban luka.

SuaraJabar.id - Kebakaran hebat melanda tiga unit rumah toko (ruko) di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026) dini hari. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk memadamkan api.

Kabid Pemadam dan Penyelamatan Kota Bogor, Mohammad Ade Nugraha, mengatakan kebakaran diduga pertama kali terjadi di Ruko Sinar Harapan yang merupakan toko sepeda. Api kemudian merambat ke dua ruko lainnya, yakni Ruko Gloria yang menjual mainan dan Ruko Setia Bakti yang merupakan toko alat tulis.

“Berdasarkan informasi awal, api diduga pertama kali muncul dari toko sepeda, kemudian merambat hingga mengakibatkan kebakaran pada tiga unit ruko,” kata Ade.

Menurut Ade, petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 01.43 WIB dan berhasil menyelesaikan proses tersebut sekitar pukul 08.43 WIB.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan selama tiga jam 40 menit untuk memastikan kondisi di lokasi kebakaran benar-benar aman.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Bogor mengerahkan delapan unit kendaraan pemadam. Sementara itu, Damkar Kabupaten Bogor turut memberikan bantuan dengan mengirimkan empat unit kendaraan.

Ade menjelaskan, petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Salah satunya, sumber air dari hidran berada cukup jauh dari lokasi kejadian.

Selain itu, seluruh ruko dalam kondisi terkunci sehingga menyulitkan petugas untuk mengakses bagian dalam bangunan saat melakukan penanganan.

“Petugas mendapat kendala, yaitu sumber air hidran berada cukup jauh dari lokasi kejadian. Seluruh ruko dalam kondisi terkunci sehingga menyulitkan akses petugas untuk melakukan penanganan,” jelasnya.

Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Damkar, Kemendagri Tekankan Kompetensi Petugas

Terkait penyebab kebakaran, Ade menyebut pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui sumber api.

“Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik,” ujarnya.

Ade menambahkan, seluruh proses penanganan kebakaran telah selesai dilakukan. Kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

“Tak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini,” pungkasnya.

Kontributor : Dziharul Islam Nusantara

Load More