M Nurhadi
Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB
Klarifikasi Puskesmas Baturajeg [Ist]
Baca 10 detik
  • Dinkes Majalengka menyelidiki video viral pasien lansia di teras Puskesmas Bantarujeg pada 31 Oktober 2026.
  • Puskesmas menangani pasien berinisial M, namun keluarga salah paham akibat kamar rawat inap penuh.
  • Keluarga membawa pasien keluar secara sepihak dan puskesmas membantah tuduhan penelantaran serta meminta maaf.

“Pasien menganggap pihak puskesmas berbohong mengenai ketersediaan ruangan rawat inap,”

Di tengah situasi komunikasi yang memanas tersebut, pihak keluarga secara sepihak mengambil keputusan emosional untuk memaksa membawa pasien M keluar dari ruang IGD menuju area teras puskesmas. Perawat dan petugas kesehatan yang berada di lokasi sejatinya telah berupaya membujuk keluarga agar berkenan membawa pasien kembali masuk ke dalam fasilitas demi keamanannya, namun ajakan persuasif tersebut ditolak mentah-mentah.

Dokter Tika yang saat itu tengah bergegas menuju puskesmas baru tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.15 WIB. Setibanya di sana, pasien beserta rombongan keluarganya didapati sudah tidak ada di lokasi dan telah meninggalkan area fasilitas kesehatan tersebut.

Mewakili institusi Puskesmas Bantarujeg, dr. Tika secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Ia sekaligus menepis keras segala bentuk opini liar di media sosial yang menuduh institusinya sengaja membiarkan dan mengabaikan keselamatan warga.

“Sejujurnya dari lubuk hati kami yang paling dalam, tidak ada niatan sekalipun sedikit pun untuk menolak pasien, apalagi menelantarkan pasien. Tidak ada sedikit pun niat kami untuk seperti itu,” pungkas dr Tika.

Load More