Andi Ahmad S
Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung saat memberikan keterangan siapa pelaku pembunuh Bobotoh cilik di Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/Suarabogor]
Baca 10 detik
  • Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung membantah tersangka pembunuhan berinisial MR merupakan suporter klub sepak bola mana pun.
  • Korban berinisial ARK tewas dibacok setelah menonton pertandingan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
  • Polisi berhasil menangkap tersangka pembunuhan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian perkara berlangsung.

SuaraJabar.id - Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung kembali membantah dugaan yang beredar di media sosial mengenai latar belakang tersangka pembunuhan bobotoh Persib Bandung, ARK (16).

Arfan menegaskan, tersangka berinisial MR (29) bukan merupakan suporter klub sepak bola mana pun, termasuk Persikabo yang merupakan tim asal Bogor.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial terkait identitas dan latar belakang tersangka setelah kasus pembunuhan disertai pembacokan terhadap ARK terungkap.

Diketahui, ARK meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan usai menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Sebelumnya, Polres Bogor telah menetapkan MR sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Saat mengungkap perkara itu, Kapolres juga menegaskan bahwa pelaku bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun.

Namun, dugaan mengenai latar belakang MR kembali mencuat setelah sejumlah bobotoh menelusuri identitas tersangka melalui media sosial. Bahkan, muncul spekulasi bahwa MR merupakan suporter Persikabo.

Polemik tersebut semakin menjadi perhatian setelah Ketua Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, menyebut tersangka merupakan suporter tim yang berdomisili di Bogor, tetapi saat ini sudah tidak berkompetisi di Liga 1.

“Tersangka adalah suporter yang timnya berdomisili di Bogor, namun sekarang sudah tidak ada lagi di Liga 1,” kata Tobias melalui kanal media sosialnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Arfan kembali membantah bahwa tersangka merupakan suporter klub sepak bola.

Baca Juga: Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

"Itu bukan (bukan suporter). Yang pasti tadi kan kemarin kami koordinasi ke Polda-Polda dan sebagainya," kata Arfan kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Selain menegaskan identitas tersangka, Arfan juga menyampaikan bahwa jajarannya bergerak cepat dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Menurutnya, polisi berhasil menangkap tersangka dalam waktu kurang dari 1x24 jam setelah kejadian.

"Kami pertama sudah melakukan dan sebagainya kurang dari 1 kali 24 jam," ujarnya.

Meski demikian, Polres Bogor memastikan langkah antisipasi dan pencegahan gangguan keamanan tetap dilakukan, khususnya menjelang maupun saat pertandingan sepak bola berlangsung.

"Dan kami akan tetap antisipasi dengan pencegahan-pencegahan setelah nanti musuh ada bertanding kan kami akan tetap selalu laksanakan gitu ya," pungkasnya.

Load More