Jarang Datang ke Toko, Terduga Teroris Kerap Berkomunikasi Melalui CCTV

"Jadi komunikasi murni melalui CCTV, kami bahkan tidak diberi tahu nomor telepon bos." kata Arif.

Chandra Iswinarno
Kamis, 09 Mei 2019 | 14:14 WIB
Jarang Datang ke Toko, Terduga Teroris Kerap Berkomunikasi Melalui CCTV
Polisi Olah TKP gerai ponsel di Bekasi terkait penemuan bom rakitan, (Yaqub)

SuaraJabar.id - Karyawan Wanky Cell, Arif Maulana (19) menceritakan pengalamannya selama bekerja dengan Eky Yudisthira, bos sekaligus pemilik Toko Wanky Cell yang diciduk Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Rabu (8/6/2019) sore kemarin.

Meski terkenal baik di mata karyawan, Eky justru memiliki tingkah yang berbeda dari atasan pada umumnya.

"Setiap ke toko pasti bos (Eky) traktir makanan," kata Arif di toko Wanky Cell, Jalan Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019) kepada Suara.com.

Karyawan khusus bagian pengemasan barang online tersebut mengaku tak mengenal lebih jauh sang atasan. Sebab, tak setiap hari berinteraksi dengan sang atasan.

Baca Juga:Simpan Bom Rakitan, Polisi Olah TKP Gerai Ponsel Wanky Cell Bekasi

"Sehari-hari kami berkoordinasi melalui CCTV yang dipasang di dalam toko. Kalau ada apa-apa, bos bilang melalui CCTV. Jadi komunikasi murni melalui CCTV, kami bahkan tidak diberi tahu nomor telepon bos. Setahu saya bos masih ngontrak, enggak tahu rumahnya dimana, dia juga belum lama menikah," jelas Arif.

Arif mengingat, kali terakhir bertemu dengan sang atasan terjadi pada dua hari lalu. Saat itu, Eky datang untuk mengecek stok barang dan sekaligus mengemas barang online.

"Datang ke toko, ya memang hanya dua atau tiga hari sekali, tiap ada barang datang atau mau ambil barang," katanya.

Saat penggerebekan dilakukan Densus 88, Arif mengaku sedang tak ada di toko. Saat tiba di toko sekitar pukul 17.00 WIB garis polisi sudah terpasang.

"Jadi saat kejadian, hanya ada tiga karyawan di dalam, satu pria dan dua wanita. Namanya Yuda, Sugi sama Irna. Dua perempuan itu sekarang masih trauma karena diperiksa polisi," ujar dia.

Baca Juga:Temukan Bom Rakitan, Tak Ada Teroris yang Ditangkap di Toko Ponsel Bekasi

Arif mengungkapkan tidak mengetahui perihal alat-alat yang disita Densus 88 Antiteror Polri. Yang ia tahu, lakban yang disita dipergunakan untuk mempacking barang online.

"Kalau lakban itu buat packing barang online sama bubble. Kalau kayak yang lainnya saya tidak tahu. Nah, kalau untuk Pak Eky itu ciri-cirinya gondrong, umurnya ya sekitar 45 tahunan," pungkasnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak