- Hujan deras memicu banjir parah di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi (Jawa Barat), dan Jakarta, berdampak pada ratusan rumah warga.
- BNPB mencatat dampak signifikan di Cirebon (312 rumah terendam) dan Bekasi (delapan kecamatan terendam); Jakarta terdampak luapan sungai.
- Petugas gabungan telah dikerahkan untuk evakuasi, dengan 80 warga Bekasi mengungsi, seiring peringatan cuaca ekstrem BMKG.
SuaraJabar.id - Hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi menjadi dua area di Jawa Barat yang terdampak parah, sementara di Jakarta, luapan sungai memperparah kondisi.
"Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dilansir dari Antara.
Pusdalops BNPB mengonfirmasi bahwa data yang diterima menunjukkan 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 70 centimeter.
Baca Juga:Jakarta Siap-Siap! Katulampa Tembus Siaga 3 Malam Ini, Air Kiriman Puncak Mengalir Deras ke Ibu Kota
Sedikitnya, sebanyak 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh peristiwa ini.
Dalam periode yang sama, hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi.
BNPB mencatat sedikitnya delapan kecamatan terendam banjir lebih dari 80 centimeter, meliputi Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas warga dan menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit.
Di ibu kota, Jakarta, dampak banjir juga sangat terasa. Lebih dari 446 KK menjadi korban banjir dengan tinggi air mencapai 150 centimeter.
Situasi ini diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan, yang kapasitasnya tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi.
Baca Juga:Simak Jadwal KRL Terakhir Malam Ini Rute Bogor, Bekasi, dan Parung Panjang
Abdul Muhari memastikan bahwa tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, sudah berada di lokasi bencana.
Mereka bergerak cepat untuk membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
"Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya dalam proses pendataan," kata Abdul Muhari.
Rentetan peristiwa ini selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depan, atau Minggu (1/2).
Dengan begitu, Abdul Muhari mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang.
BNPB secara khusus meminta pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi yang masih tinggi.