- Pemuda berinisial AF melakukan pemesanan fiktif ojek online di Kota Tasikmalaya selama tiga hari berturut-turut.
- Aksi tersebut merugikan pengemudi ojol secara waktu, biaya operasional, dan menurunkan performa akun mereka.
- Pelaku yang videonya viral diamankan oleh para pengemudi dan diserahkan ke Polsek Cihideung untuk diperiksa.
SuaraJabar.id - Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya dibuat resah oleh aksi seorang pemuda berinisial AF, warga Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, yang diduga berulang kali melakukan order fiktif melalui aplikasi.
Aksi tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan menyebabkan sejumlah pengemudi mengalami kerugian waktu maupun biaya operasional.
Modus yang digunakan pelaku diduga dengan memesan layanan transportasi, namun membatalkannya setelah pengemudi tiba di lokasi penjemputan. Saat dihubungi, pemesan disebut selalu beralasan telah salah melakukan pemesanan.
Salah seorang pengemudi ojol, Jajang Rizal, mengatakan praktik tersebut membuat para mitra pengemudi kecewa karena harus menempuh perjalanan tanpa memperoleh penghasilan. Selain itu, pembatalan pesanan secara berulang juga berpotensi memengaruhi performa akun pengemudi.
Baca Juga:Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
"Kejadiannya sudah sekitar tiga hari terakhir. Modusnya sama, dia pesan Gojek, tetapi saat driver sampai lokasi, orangnya tidak ada. Ketika dihubungi, jawabannya selalu bilang salah order," ujar Jajang melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (6/8/2026).
Menurut Jajang, kecurigaan para pengemudi semakin kuat setelah pola serupa terus berulang. Mereka kemudian berupaya mengonfirmasi langsung tujuan pemesanan tersebut kepada AF.
Berdasarkan pengakuan yang diterima para pengemudi, AF diduga membuat pesanan bukan untuk menggunakan layanan transportasi, melainkan memiliki tujuan lain. Informasi tersebut kemudian memicu penolakan dari para pengemudi sehingga pesanan kembali dibatalkan.
Akibat kejadian yang terus berulang, sebagian pengemudi memilih menandai akun pemesan tersebut agar tidak lagi menerima order serupa. Namun pada Rabu (5/8/2026), seorang pengemudi kembali menerima pesanan dari akun yang sama karena sistem penugasan aplikasi.
Peristiwa itu kemudian viral di media sosial setelah video AF diamankan oleh sejumlah pengemudi di kawasan Jalan KHZ Musthafa, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
Untuk menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keributan, para pengemudi sepakat menyerahkan AF kepada petugas Polsek Cihideung.
Hingga kini, pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan pelanggaran hukum maupun hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.