- Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta masyarakat tidak gegabah menyikapi kabar keberadaan ASN Bayu Zulkarnaen di Sukabumi.
- Bayu Zulkarnaen dilaporkan hilang dalam perjalanan pulang ke Pamoyanan, Bogor Selatan, pada tanggal 13 Agustus 2026.
- Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari setelah penemuan motor, helm, dan tas milik korban.
SuaraJabar.id - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta masyarakat menahan diri menyikapi kabar keberadaan Bayu Zulkarnaen, ASN yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Dedie menegaskan, informasi yang menyebut Bayu berada di Sukabumi belum dapat dipastikan kebenarannya.
Karena itu, ia meminta publik tidak menjadikan kabar yang beredar sebagai fakta sebelum ada hasil penelusuran.
“Coba cek dulu, jangan gegabah. Karena ini kan sensitif dan butuh kepastian,” ujar Dedie melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga:Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
Menurut dia, informasi mengenai Bayu cukup beragam, termasuk yang diterimanya secara langsung. Namun, informasi tersebut tidak disampaikan ke publik karena belum terverifikasi.
“Jadi jangan katanya. Kita menunggu saja. Katanya ada di sini, sedang akan ditelusuri,” katanya.
Dedie menilai proses pencarian Bayu membutuhkan ketenangan karena melibatkan keluarga, relawan, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya. Pernyataan yang belum terbukti dikhawatirkan menimbulkan keresahan sekaligus mengganggu proses penelusuran.
Bayu dilaporkan hilang pada 13 Agustus 2026 saat perjalanan pulang ke rumahnya di Pamoyanan, Bogor Selatan. Motor dan helm miliknya ditemukan di sekitar Jembatan Cipaku, sedangkan tasnya ditemukan di dekat Sungai Cisadane.
Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan pencarian selama tujuh hari, namun belum menemukan keberadaan Bayu. Sementara itu, kabar yang menyebut Bayu ditemukan selamat di Sukabumi masih dalam proses penelusuran.
Baca Juga:Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak