- Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan wafat pada hari Sabtu, 19 September 2026, dalam usia 81 tahun.
- Almarhum memulai karier dari posisi camat pada tahun 1968 hingga akhirnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita serta mengenang berbagai karya almarhum dalam membangun provinsi tersebut.
SuaraJabar.id - Wafatnya mantan Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan pada Sabtu (19/9/2026) dalam usia 81 tahun meninggalkan catatan tersendiri dalam sejarah birokrasi Jawa Barat.
Danny dikenal sebagai salah satu pejabat karier birokrasi yang meniti pengabdian dari jenjang pemerintahan paling bawah hingga dipercaya memimpin Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kabar wafatnya Danny melalui akun media sosialnya. Dedi mengenang Danny sebagai birokrat yang mengabdikan perjalanan kariernya untuk pembangunan Jawa Barat.
“Saya meyakini Danny Setiawan adalah ahli kebaikan. Banyak karya yang diperbuat demi kemajuan Provinsi Jabar, baik saat menjadi Sekda maupun saat menjadi gubernur,” ujar Dedi.
Baca Juga:Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Setop Pendakian Gunung di Jabar Selama Musim Kemarau
Danny lahir pada 28 Agustus 1945. Perjalanan panjangnya di pemerintahan dimulai dari posisi Camat Cimarga, Kabupaten Lebak, pada 1968. Ia kemudian menjalani sejumlah penugasan, termasuk sebagai Wakil KPS Ransiki di Manokwari, sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak pada 1977-1984.
Karier Danny kemudian berlanjut di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Pembangunan Daerah, hingga Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat pada 1994-1997.
Pada 1998, Danny dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat. Lima tahun kemudian, perjalanan panjangnya sebagai birokrat berujung pada kursi tertinggi di pemerintahan provinsi.
Danny dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat ke-12 pada 13 Juni 2003 untuk masa jabatan 2003-2008. Ia didampingi Nu’man Abdul Hakim sebagai wakil gubernur.
Riwayat tersebut menjadi catatan penting karena Danny dikenal sebagai pejabat karier birokrasi yang mencapai jabatan gubernur setelah meniti jenjang pemerintahan dari bawah. Sang istri, Rinania Sastrawiguna, pernah mengungkapkan posisi tersebut dalam perjalanan karier suaminya.
Baca Juga:Respons Keluhan Warga, KDM Minta Trotoar Tinggi di Gasibu Diberi Undakan
“Pak Danny adalah pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jabar, karena sebelumnya semua berlatar belakang militer,” tutur Rinania.
Selain pengalaman panjang di pemerintahan, Danny juga memiliki latar belakang pendidikan pemerintahan dan kebijakan publik. Ia merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang. Pada 2000, ia meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran.
Danny juga pernah mengikuti pendidikan kepemimpinan di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, serta Sepacad ABRI di Rindam VIII Brawijaya.
Pengabdiannya selama puluhan tahun di pemerintahan turut mendapat penghargaan negara. Di antaranya Satyalancana Karya Satya pada 1998, Satyalancana Wira Karya pada 2000, dan Satyalancana Wira Karya Koperasi pada 2004 dari Presiden Republik Indonesia.
Kepergian Danny Setiawan pun tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga catatan perjalanan panjang seorang birokrat yang menghabiskan sebagian besar kariernya di pemerintahan hingga dipercaya memimpin Jawa Barat.
[ANTARA]