-
Prioritas Mutlak pada Misi Kemanusiaan Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa fokus utama Polri saat ini adalah evakuasi dan penyelamatan nyawa, bukan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal. Keselamatan warga menjadi prioritas tertinggi di tengah situasi bencana.
-
Verifikasi Jumlah Korban yang Signifikan Berdasarkan data valid dari lapangan, tercatat total 11 orang meninggal dunia dan 3 orang berhasil diselamatkan akibat paparan asap yang diduga beracun di area tambang emas tersebut.
-
Langkah Tanggap Darurat dan Koordinasi di Lokasi Pihak kepolisian telah mendirikan pusat komando (Posko pengaduan dan operasi penyelamatan) di Polsek Nanggung untuk memusatkan koordinasi, memberikan transparansi informasi bagi keluarga korban, dan menangani medan evakuasi yang ekstrem.
SuaraJabar.id - Tragedi kemanusiaan yang mengguncang kawasan pertambangan emas di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, memantik respons cepat dari pucuk pimpinan kepolisian Jawa Barat.
Situasi yang kian genting memaksa Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, untuk turun gunung dan meninjau langsung kondisi di Kecamatan Nanggung pada Kamis (22/1/2026).
Kedatangan Jenderal bintang dua ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan respons darurat atas hilangnya nyawa belasan warga.
Peristiwa keluarnya asap yang diduga beracun dari area PT Antam Tbk Pongkor yang merembes ke jalur-jalur tikus tambang ilegal (gurandil) telah berubah menjadi bencana massal.
Baca Juga:Ketua DPRD Bogor Desak Polisi 'Sikat Habis' Tambang Emas Ilegal di Pongkor dan Cigudeg
Berdasarkan data valid yang dihimpun di lapangan, Kapolda mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa tidak sedikit. Total ada 11 penambang emas tanpa izin yang harus meregang nyawa di kedalaman perut bumi yang gelap dan sempit.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi, Irjen Pol. Rudi Setiawan memaparkan data terbaru hasil operasi tim gabungan. Angka simpang siur yang sebelumnya beredar kini telah diverifikasi.
"Alhamdulillah untuk Nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan. Dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya," kata Irjen Pol. Rudi.
Alih-alih mengedepankan penegakan hukum atau sanksi pidana bagi para penambang ilegal di tengah suasana duka, Kapolda menegaskan bahwa prioritas utama Polri saat ini adalah misi kemanusiaan. Keselamatan nyawa dan evakuasi jenazah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Ini ketika mengetahui ada peristiwa atau bencana di seputaran Gunung Longkor, itu kami melaksanakan evakuasi itu yang utama dilakukan," jelasnya dengan nada tegas.
Baca Juga:Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
Langkah ini diapresiasi banyak pihak, mengingat medan di Gunung Pongkor sangat ekstrem dan berbahaya. Lubang-lubang tikus yang digali para gurandil seringkali tidak memiliki standar keamanan, ventilasi udara yang buruk, dan struktur tanah yang labil.
Guna memusatkan koordinasi dan informasi bagi keluarga korban yang cemas, pihak kepolisian telah mendirikan pusat komando di tingkat kecamatan. Kapolda memastikan sistem penanganan berjalan efektif dan transparan.
"Dan hari ini kami berada di Polsek Nanggung, saya melihat langsung bagaimana teman-teman mendirikan Posko pengaduan, posko operasi penyelamatan ini yang kami utamakan dalam peristiwa ini," jelasnya.