- Longsoran sampah terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB, menyebabkan lima korban meninggal dunia.
- BNPB mengingatkan risiko tinggi longsor susulan karena prakiraan hujan deras di Jabodetabek memperparah kondisi timbunan sampah yang labil.
- Operasi pencarian melibatkan ratusan personel SAR gabungan untuk menemukan lima korban yang masih dilaporkan hilang tertimbun material.
SuaraJabar.id - Tragedi longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang telah merenggut lima nyawa, kini dihadapkan pada ancaman baru.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengingatkan adanya risiko tinggi longsor susulan, menyusul prakiraan potensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa situasi di lapangan masih sangat rentan.
"Setidaknya sebagaimana prakiraan cuaca BMKG dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan hingga deras di wilayah Jabodetabek, termasuk lokasi kejadian, sehingga meningkatkan risiko longsor susulan karena stabilitas timbunan sampah di lokasi masih labil," kata Abdul Muhari, dilansir dari Antara, Senin 9 Maret 2026.
Baca Juga:Daftar Lengkap 13 Korban Longsor TPST Bantargebang: 6 Meninggal, 1 Masih Hilang
Longsor gunung sampah terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut juga menyebabkan sejumlah truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun material.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi Jakarta, langsung melakukan proses evakuasi serta pendataan kerugian materiil setelah kejadian.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel SAR gabungan.
“Hari ini Senin sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata dia.
Baca Juga:Basarnas Update: 5 Meninggal Dunia Akibat Longsor Sampah Bantargebang, 4 Masih Hilang
Data sementara menunjukkan jumlah korban terdampak mencapai 13 orang, terdiri atas empat orang meninggal dunia, empat orang selamat, dan lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat masing-masing Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.
Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni Enda Widayanti (25) pemilik warung, Sumine (60) pemilik warung, Dedi Sutrisno sopir truk asal Karawang. serta Irwan Supriatin sopir truk.
Adapun lima korban yang masih dalam pencarian yaitu Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan satu korban yang belum teridentifikasi.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan sekitar 336 personel SAR gabungan.
Tim membuka akses menuju titik longsoran menggunakan alat berat, seperti ekskavator, serta mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun material.