Disiram Air Panas Ibu Tiri, Pemkot Depok Tanggung Biaya Pengobatan Caca

Agung Sandy Lesmana
Disiram Air Panas Ibu Tiri, Pemkot Depok Tanggung Biaya Pengobatan Caca
Ilustrasi kekerasan terhadap anak-anak (Shutterstock).

Ini semua arahan dan instruksi dari pak wali kota, kata Nancy.

Suara.com - Pemerintah Kota Depok memberikan bantuan hukum kepada bocah perempuan berinisial SA alias Caca (10) yang menjadi korban penyiraman air panas oleh ibu angkatnya. Selain itu, SA juga mendapatkan bantuan dari Pemkot Depok terkait biaya pengobatan selama di rumah sakit.

"Kami menyiapkan tim bantuan hukum dan pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A)," kata Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender, Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nancy Olivia Rossa kepada wartawan di Balaikota, Rabu, (29/5/2019).

Kondisi Caca (Instagram/Anggarasmaull)
Kondisi Caca (Instagram/Anggarasmaull)

Biaya tersebut, menurut Nancy, berasal dari bantuan sosial atau bansos tidak terencana. Selain itu, korban juga akan mendapatkan pendampingan dari tim psikolog P2TP2A.

“Ini semua arahan dan instruksi dari pak wali kota,” kata Nancy.

Sebelumnya, Caca yang merupakan anak perempuan yatim piatu menjadi korban penyiksaan ibu angkatnya. Aksi penganiayaan itu terjadi di rumah mereka di Jalan Limon, Pangkalan Jati Cinere, Depok, Jawa Barat pada Selasa (28/5/2019).

Selain disiksa, Caca juga mendapatkan penyiraman air panas hingga wajahnya melepuh.

"Anggota Reskrim Polsek Limo mendapat berita ada kasus penyiraman air panas terhadap anak angkatnya sendiri sudah ramai di media sosial tersebut segera mendatang lokasi kejadian," kata Kapolsek Limo Kompol Iskandar saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/2019) di Depok.

Korban ketika ditangani mengalami luka melepuh di wajahnya dan sudah dirawat untuk menjalani perawatan di RS Fatmawati. Akibat luka-luka yang dideritanya, Caca diduga disiksa oleh ibu titinya.

Iskandar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi dua hari lalu, karena iba terhadap korban.

"Laporan baru sekarang dibantu para tetangga korban yang merasa kasihan melihat korban disiksa," tuturnya.

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS