Sentil Carut-Marut Tambang Emas Ilegal di Bogor, Dedi Mulyadi: Data Saja Susah Karena Banyak Pemain

Ia menekankan bahwa Bogor memiliki pertumbuhan ekonomi dan investasi yang baik. Oleh karena itu, perlu segera disusun link and match yang baik antara pertumbuhan ekonomi.

Andi Ahmad S
Rabu, 04 Februari 2026 | 21:24 WIB
Sentil Carut-Marut Tambang Emas Ilegal di Bogor, Dedi Mulyadi: Data Saja Susah Karena Banyak Pemain
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Baca 10 detik
  • Insiden 11 korban di tambang Pongkor memicu Gubernur menyoroti tingginya risiko kecelakaan tambang di Bogor.
  • Gubernur mendorong solusi berkelanjutan berupa penyesuaian antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
  • Sulitnya penertiban tambang ilegal di Bogor disebabkan oleh meluasnya jaringan pemain tanpa data akurat.

SuaraJabar.id - Insiden tragis di lubang tikus tambang Pongkor yang menewaskan 11 orang kembali membuka luka lama dan memicu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk kembali menyoroti serius kondisi pertambangan di Bogor.

Ia menegaskan bahwa Bogor itu menjadi daerah yang rawan kecelakaan akibat tambang, baik yang legal maupun yang ilegal.

Menurut Dedi Mulyadi, problem utamanya yaitu kan masyarakat kekeh bekerja pada sektor itu. Gubernur memahami betul bahwa bagi sebagian pekerja, menambang di lubang-lubang yang berisiko tinggi mungkin merupakan pilihan satu-satunya untuk hidup.

"Dan saya katakan dari sisi personal yang meninggal itu pahlawan keluarganya. Karena menambang masuk pada sebuah lubang yang beresiko mungkin bagi pilihan satu-satunya untuk hidup," ujar Gubernur Dedi belum lama ini kepada wartawan.

Baca Juga:Jenderal Listyo Sigit: Pesan Eyang Meri Hoegeng adalah Api yang Menggelora bagi Anggota Polri

Melihat dilema ini, Gubernur Dedi Mulyadi mendorong agar ada solusi lain yang lebih berkelanjutan.

"Nah sehingga kita harus mendorong untuk agar agensi berikutnya adalah ada solusi lain," katanya.

Ia menekankan bahwa Bogor memiliki pertumbuhan ekonomi dan investasi yang baik. Oleh karena itu, perlu segera disusun link and match yang baik antara pertumbuhan ekonomi ini dengan penyerapan tenaga kerja.

"Solusinya kan Bogor pertumbuhan ekonominya baik, investasinya baik, nah link and matchnya harus segera disusun dengan baik. Tidak lagi polanya seperti ini," tegas Dedi Mulyadi.

Gubernur berharap agar investasi di Bogor dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih aman dan menjanjikan, sehingga masyarakat tidak lagi terpaksa bekerja di sektor tambang berisiko tinggi.

Baca Juga:Sentuhan Hati Eyang Meri Hoegeng, Ahok Kenang Kiriman Masakan ke Penjara dan Pesan Kejujuran

Salah satu tantangan terbesar yang diungkapkan Dedi Mulyadi adalah sulitnya melakukan penertiban karena meluasnya jaringan pemain di penambangan ilegal.

Ia sempat menawarkan solusi konkret kepada Bupati Bogor terkait kawasan tambang yang ditutup.

"Saya sampaikan ke Bupati Bogor saya bilang yang kawasan tambang yang ditutup hari ini. Kan saya sudah memberikan tawaran udah deh yang tua-tuanya ini bekerja dan menjadi tenaga pekerja PSDA, PU kebersihan, sopir-sopirnya bekerja," jelasnya.

Namun, implementasi tawaran ini terganjal masalah fundamental: membangun datanya aja susah.

"Kenapa? Karena semuanya menjadi pemain, kita minta data kepada A, A nya pemain gitu loh kan susah," keluh Dedi Mulyadi.

Data yang dihimpun SuaraBogor.id, area penambangan emas ilegal di Bogor terutama terkonsentrasi di dua kecamatan, yakni di Pongkor wilayah Kecamatan Nanggung, dan kemudian di wilayah Cigudeg, kawasan Gunung Guruh. Kedua area ini menjadi saksi bisu dari aktivitas tambang ilegal yang terus berjalan dan menelan korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak