Merantau ke Jakarta, Rusli Pulang ke Sukabumi dalam Kondisi Tewas Terpotong

Agung Sandy Lesmana
Merantau ke Jakarta, Rusli Pulang ke Sukabumi dalam Kondisi Tewas Terpotong
Ilustrasi mayat. (Beritajatim.com)

Rusli memang sudah sering bolak-balik ke Jakarta sejak kecil.

Suara.com - Nasib pemuda bernama Rusli (25), warga Kampung Sukatani, RT 2, RW 3, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat berujung nahas.

Niat berpamitan kepada keluarga untuk kembali mengadu nasib di Ibukota, Rusli justru dikabarkan meninggal dunia lantaran jadi korban kecelakaan. Pihak keluarga mendapat kabar bahwa Rusli meninggal akibat terlindas Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Paman Rusli, Zaenudin (53) menyebut keponakannya itu sudah lama berdagang aksesoris di Ibukota. Terakhir kali Rusli bepamitan kepada keluarganya pada Selasa (25/6/2019) lalu. Rusli memang sudah sering bolak-balik ke Jakarta sejak kecil.

"Sampai hari Rabu (3/7/2019) Rusli sudah sembilan hari berada di Jakarta. Tiba-tiba pihak keluaga dapat kabar duka kalau Rusli meninggal dunia setelah terlindas KRL di daerah Jakarta Kota, tepatnya di dekat Hotel 1001 Jakarta," kata Zaenudin dilansir Sukabumiupdatecom--jaringan Suara.com, Kamis (4/7/2019).

Awalnya, sambung Zaenudin, pihak keluarga sempat tak percaya dengan kabar tersebut. Namun setelah teman Rusli di Jakarta mengirim pesan bergambar dengan foto kondisi Rusli yang mengenaskan, barulah pihak keluarga memastikan bahwa itu adalah foto Rusli.

"Saya tidak langsung percaya. Tapi setelah menerima pesan dengan gambar memperlihatkan tubuh saudara saya sudah terbelah dua diatas perlintasan rel kereta, baru disitu percaya dan kaget," jelasnya.

Dari kabar yang diterima, sambung Zaenudin, keponakannya itu ditemukan tergeletak di atas rel sekitar pukul 03.00 WIB dan ditemukan oleh warga setempat. Pihak keluarga baru mendapat kabar sekitar pukul 04.30 WIB, saat itu Rusli sudah ditangani Polsek Pademangan, Jakarta Utara.

Jenazah Rusli juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Keluarga juga menerima beberapa barang bukti. Diantaranya dua buah cincin logam warna silver, satu buah anting, dua buah gelang, enam keping uang logam pecahan Rp 1.000 dan 16 keping uang logam pecahan Rp 500," sambungnya.

Zaenudin mengaku belum mengetahui apa penyebab Rusli bisa sampai terlibat kecelakaan hingga tubuhnya terlindas kereta cepat tersebut. "Enggak tahu tertabrak atau tergilas. Soalnya pihak kepolisian dan rumah sakit juga tidak memberi tahu," bebernya.

Tak mau berlarut, Zaenudin beserta beberapa perwakilan pihak keluarga langsung menjemput jenazah Rusli di RSCM dengan menggunakan mobil ambulans desa.

"Setelah itu kami pulang dengan membawa jenazah Rusli, dan sampai ke rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian dimakamkan Kamis pagi pukul 09.00 WIB. Memang sebenarnya tidak ada yang banyak mengetahui soal aktivitas almarhum di Jakarta. Tahunya dagang aksesoris," tandas Zaenudin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS