Kekeringan Ekstrem, 1.040 Hektare Padi di Ciamis Terancam Gagal Panen

Pebriansyah Ariefana
Kekeringan Ekstrem, 1.040 Hektare Padi di Ciamis Terancam Gagal Panen
Warga mengambil air di sebuah kubangan kolam mata air di desa Cijayanti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/9).

1.806 jiwa juga terdampak.

Suara.com - Padi di sawah seluas 1.040 hektare di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terancam gagal panen atau puso. Sebab Ciamis tengah dilanda kekeringan ekstrem.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita menjelaskan selain 1.040 hektare sawah terancam puso, hingga Kamis (4/7/2019) kemarin kekeringan juga berdampak pada 649 kepala keluarga atau 1.806 jiwa.

Kekeringan di Kabupaten Ciamis melanda enam kecamatan sejak awal musim kemarau yang dimulai pada Juni. Sebanyak enam kecamatan tersebut, adalah Labok, Banjarsari, Banjaranyar, Purwadadi, Pamarican. dan Ciamis.

Rita mengatakan permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat adalah sumber air bersih yang jauh dan bak penampungan air yang jumlahnya kurang.

Selain itu, kata dia, akses jalan menuju lokasi air yang kecil juga tidak bisa dijangkau kendaraan.

"Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat sebagai upaya untuk menanggulangi dampak kekeringan tersebut," kata Rita dalam pernyataan persnya, Jumat (5/7/2019).

BPBD Kabupaten Ciamis telah menyalurkan bantuan berupa satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS