Gunung Tangkuban Perahu Berstatus Waspada!

Pendaki dilarang mendekat.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 02 Agustus 2019 | 10:35 WIB
Gunung Tangkuban Perahu Berstatus Waspada!
Kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. [Antara]

SuaraJabar.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikan status gunung Tangkuban Parahu dari normal menjadi waspada pada Jumat (2/8/2019), pagi ini. Hal itu ditetapkan usai letusan freatik yang kembali terjadi pada pukul 20.48 WIB, Senin (1/8/2019), malam.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan erupsi Tangkuban Parahu itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 11 menit 23 detik.

"Tinggi kolom abu teramati ± 180 m dari dasar kawah (± 2284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu condong kearah utara dan timur laut," ungkap Kasbani, Jumat (2/8/2019).

Setelahnya, eruspsi kembali terjadi sekitar pukul 00.43 WIB, Jumat (2/8/2019). Namun, tinggi kolom abu akibat erupsi ini tidak teramati dengan jelas. Erupsi ini, kata dia terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 3 menit 6 detik.

Baca Juga:Gunung Tangkuban Perahu Kembali Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekat

"Kembali terjadi erupsi pada pukul 01:45, 03:57 dan 04:06, masih berlangsung hingga saat ini. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm," tukasnya.

Kasbani menganalisis aktivitas Gunung api yang berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat itu masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan aktivitas serta potensi erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

"Makanya, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu dinaikkan dari Level 1 (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 2 Agustus 2019, pukul 08.00 WIB," katanya.

"Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi," tambahnya.

Adapun ancaman bahaya yang disebabkan erupsi itu yakni berupa hujan abu serta hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi naik turun di sekitar Kawah Ratu yang dapat membahayakan kesehatan juga keselamatan jiwa pengunjung, pedagang dan warga setempat. Pasalnya, kata dia, erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas.

Baca Juga:Kamis Ini, Taman Wisata Gunung Tangkuban Perahu Akan Dibuka Kembali

Kasbani mengimbau agar masyaratak sekitar, pengunjung juga wisatawan tidak mendekati kawah di puncak gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.

"Masyarakat sekitar, Pedagang, Wisatawan, Pendaki, dan Pengelola Wisata Tangkuban Parahu agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada disekitar kawah aktif agar terhindar dari paparan gas berbahaya," tutupnya.

Kontributor : Aminuddin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak