BPN Kota Bekasi Pastikan Tak Persulit Proses Pengurusan Dokumen Pertanahan

Sosialisasi dan pelatihan registrasi online di BPN Kota Bekasi telah dilakukan beberapa bulan belakangan kepada para PPAT di wilayah Kerja Kota Bekasi.

Chandra Iswinarno
Rabu, 09 Oktober 2019 | 14:16 WIB
BPN Kota Bekasi Pastikan Tak Persulit Proses Pengurusan Dokumen Pertanahan
Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Kota Bekasi Deni Ahmad Hidayat. [Suara.com/M Yacub]

SuaraJabar.id - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi memastikan proses registrasi online kepungurusan dokumen sudah sesuai dengan aturan.

Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Kota Bekasi Deni Ahmad Hidayat mengatakan masalah yang terjadi antara BPN dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) hanya miskomunikasi.

Sosialisasi dan pelatihan registrasi online di BPN Kota Bekasi telah dilakukan beberapa bulan belakangan kepada para PPAT di wilayah Kerja Kota Bekasi.

"Jadi hanya ada kesalahpahaman antara PPAT dengan petugas kami, dimana PPAT juga belum betul-betul bisa mengupload cara registrasi online untuk pengurusan dokumen," kata Deni kepada Suara.com di ruang kerjanya, Rabu (9/10/2019).

Misalnya, kata dia, dalam memahami penjelasan teknis antara pesan yang disampaikan dengan pesan yang diterima berbeda penafsiran.

"Umumnya banyak yang masih keliru. Contohnya yang harus diinput scan aslinya sertipikat, akta jual-beli, surat kuasa. Namun yang dimasukan ke online malah fotokopinya, sehingga tidak terbaca oleh sistem. Ada juga yang posisi dokumen tidak beraturan tidak sesuai dengan frame yang disiapkan oleh sistem," ungkap Deni.

Dalam kasus tersebut, Deni telah mengumpulkan PPAT Kota Bekasi untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi belakangan ini. Ia juga mengungkapkan, jika dalam proses registrasi online terdapat sejumlah PPAT yang belum dapat memahami secara keseluruhan prosedur.

Diantaranya adalah dalam input sistem online pendaftaran peralihan hak (BN), hak tanggungan (HT) dan roya yang tidak sesuai dengan yang disampaikan saat sosialisasi dan pelatihan.

"Oleh karena itu, kami mulai Senin depan akan melakukan sosialisasi dan pelatihan kembali dengan 377 PPAT untuk kegiatan tersebut agar berjalan lebih baik," kata dia.

Selanjutnya, mengenai penetapan pengadilan negeri terkait soal perbedaaan nama adalah salah satu hal yang keliru.

Sebenarnya, kata dia, BPN tidak mengharuskan penetapan pengadilan apabila hanya terjadi kesalahan huruf pada nama. Fakta di lapangan terdapat perbedaan nama dan tanggal lahir dengan data atau warkah yang ada di BPN.

"Memang ada satu dua kasus nama dan tanggal lahirnya berbeda jauh, saya minta ada solusinya. Bukan berarti disamaratakan semua perbedaan nama harus penetapan pengadilan. Dan Kantor BPN Kota Bekasi masih tetap terima PM1 ditambah surat pernyataan dari yang bersangkutan atau PPAT mengenai perbedaan nama dengan orang yang sama," jelas Deni.

Selain itu, soal pengutipan uang paket atau pungutan liar (Pungli), Deni juga memastikan semua karyawan tidak mengutip kepada masyarakat yang melakukan proses pengurusan dokumen dengan didukung Pakta Integritas.

"Jadi sampai saat ini, kami sampaikan tidak ada pungutan di wilayah kerja kami. Seandainya masyarakat ada yang diminta, segera laporkan kepada saya dan akan ada sanksi tegas bagi oknum yang melakukan hal itu untuk menjaga integritas dan marwah Pak Presiden, Pak Menteri dan BPN sendiri," kata Deni.

Deni memastikan untuk pendaftaran pengecekan sertipikat secara online, tenggat waktu paling lama adalah dua hari. Dengan catatan, PPAT dalam input datanya dimulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Bila lewat jam tersebut maka prosesnya pada hari berikutnya.

"Untuk membantu proses pendaftaran online, akan ditambah staf di loket khusus yang membantu PPAT sehingga PPAT yang mempunyai masalah bisa berkonsultasi kepada petugas petugas tersebut," katanya.

Terpisah, Ketua Bidang Humas IPPAT Pengda Kota Bekasi Dwi Yantoro menyambut baik pernyataan yang disampaikan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Kota Bekasi. Diakuinya, masih ada PPAT yang belum menguasai sistem pendaftaran secara online.

Baca Juga:Ucapan Jokowi dan Menteri ATR soal Cepatnya Pelayanan BPN Tak Terbukti

"Kami sepakat setiap hari senin akan ada pertemuan pengurus IPPAT dengan BPN guna membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi kedua belah pihak," kata Dwi saat dihubungi.

Dwi mengakui PPAT diberikan kelonggaran sampai akhir Oktober 2019, semua input data akan diterima dan penolakan input online hanya diberlakukan satu kali saja namun dengan catatan kekurangan dokumen wajib dilampirkan saat penyerahan fisiknya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak