alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Akses Beberapa Desa Terisolasi Akibat Longsor di Sukajaya Mulai Terbuka

Chandra Iswinarno Selasa, 07 Januari 2020 | 21:38 WIB

Akses Beberapa Desa Terisolasi Akibat Longsor di Sukajaya Mulai Terbuka
Titik longsor di jalan utama Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor sudah bisa dilalui kendaraan. [Antara]

Jalur penghubung Desa Sukajaya-Desa Cileuksa merupakan satu dari dua jalur utama yang ada di Kecamatan Sukajaya mulai terbuka.

SuaraJabar.id - Beberapa titik jalan yang tertutup longsor di kawasan Kecamatan Sukmajaya Kabupaten Bogor sudah mulai berhasil dibersihkan menggunakan alat berat. Dengan demikian, sejumlah desa yang terisolasi di wilayah tersebut sudah mulai bisa diakses.

Ketua Satgas pembukaan Jalur utama penghubung Desa Sukajaya-Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya Suparman mengemukakan, dengan berhasil dibukanya akses tersebut bisa memudahkan aliran bantuan untuk menuju desa yang terisolasi sejak beberapa hari terakhir.

"Desa Pasir Madang yang kemarin terisolasi sudah dibuka, bantuan sudah bisa masuk," ujarnya seperti dilansir Antara pada Selasa (7/1/2020) petang.

Dari pantauan di lokasi, jalur penghubung Desa Sukajaya-Desa Cileuksa merupakan satu dari dua jalur utama yang ada di Kecamatan Sukajaya. Jika diurutkan berdasarkan jalurnya, yaitu Desa Sukajaya, Sipayung, Cisarua, Jayaraharja, Pasir Madang dan Desa Cileuksa.

Baca Juga: Longsor di Bogor, Jokowi Berharap Masyarakat Mau Direlokasi Sejauh 2 Km

Sejak hari pertama terjadinya longsoran pada hari Rabu (1/1/2020), ada enam titik longsoran yang menutup jalur tersebut. Dimulai dari Desa Cisarua, sehingga mengakibatkan empat desa di jalur tersebut terisolasi.

Namun, akses di Desa Cisarua berhasil dibuka pada hari kedua, akses di Desa Jayaraharja pada hari keempat dan akses di Pasir Madang dapat dibuka hari ketujuh atau hari ini. Dengan demikian, tersisa satu desa di jalur tersebut yang masih terisolasi, yakni Desa Cileuksa, yaitu desa yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten.

Meski begitu, Suparman mengaku belum tahu ada jumlah titik longsoran di desa tersebut. Namun, timnya yang berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Kementerian PUPR, akan melanjutkan pembukaan akses menuju Desa Cileuksa setelah berhasil membuka akses sampai Desa Pasir Madang hari.

"Alat berat yang di sini ekskavator besar, satu ekskavator kecil satu, kemudian buldozer satu, loadernya ada empat," katanya. (Antara)

Baca Juga: Momen Jokowi Hujan-hujanan saat Kunjungi Korban Longsor di Bogor

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait