Polisi Periksa Ahli Pidana sampai Sejarah di Kasus Sunda Empire

Temasuk Kesbangpol Jawa Barat terkait perizinan Ormas.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 22 Januari 2020 | 14:15 WIB
Polisi Periksa Ahli Pidana sampai Sejarah di Kasus Sunda Empire
Sunda Empire kembali menggegerkan khalayak, dengan mengunggah video baru berisi pernyataan bombastis pemimpin mereka, Raden Rangga alias HRH Rangga. [Facebook]

SuaraJabar.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat memintai keterangan dari sejumlah ahli untuk mendalami motif Sunda Empire - Earth Empire. Hingga kini, sebanyak delapan orang telah dimintai keterangan termasuk dua petinggi kelompok ini.

"Kami telah mengambil langkah, dari mulai hari Senin kita sudah mintai keterangan. Selasa kemarin kami mintai keterangan empat ahli," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga di Mapolda Jawa Barat, Rabu (22/1/2020).

Erlangga mengatakan, empat ahli yang dimintai keterangan berasal dari Kesbangpol Jawa Barat terkait perizinan Ormas, kemudian ahli pidana Unsiba, dan ahli sejarah Unpad, serta staff UPI. Dia menerangkan ahli dilibatkan untuk menelusuri sejumlah klaim Sunda Empire - Earth Empire yang mengaku sudah eksis sejak ribuan tahun lalu. Saat ini proses penyidikan masih berlangsung.

"Ini masih dalam proses lidik, tentunya nanti penyidik bakal gelar perkara apabila memenuhi unsur pidana. Nanti kan kita dalami gelar perkara kita lihat potensi pidananya," tuturnya.

Baca Juga:Banyak yang Protes, DPR Tunggu Pemerintah Ajukan Draf Omnibus Law

Erlangga menyebutkan sebelumnya dua petinggi Sunda Empire - Earth Empire yakni NB dan A telah diperiksa pada senin (20/1/2020). Dalam keterangannya, mereka berdua masih bersikukuh pada keyakinannya terkait sejumlah klaimnya.

"Kalau dari saudara NB dan A masih bersikukuh dan meyakini Sunda Empire. Makanya kita menggunakan ahli sejarah, tentunya mereka yang mengetahui sunda sendiri," katanya.

Dia menambahkan sejauh ini, motif kelompok Sunda Empire - Earth Empire berbeda dengan Keraton Agung Sejagat (KAS) yang memungut sejumlah uang dari para pengikutnya.

"Ini mungkin tidak sama dengan yang di Purworejo (KAS). Tetapi penyelidikan masih dilakukan untuk ungkap motifnya," katanya.

Baca Juga:Geruduk Kemenkumham, Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak