Kasus Sunda Empire, Polisi Panggil Ahli Tata Negara dan Sosiolog Besok

Pebriansyah Ariefana
Kasus Sunda Empire, Polisi Panggil Ahli Tata Negara dan Sosiolog Besok
Petinggi Sunda Empire pakai baju tahanan (Twitter @SondoroMusic dan FB Odie Die)

Polisi sudah rampungkan pemeriksaan terhadap para tersangka kasus Sunda Empire.

SuaraJabar.id - Penyidik Polda Jawa Barat masih menyelidiki kasus kemunnculan Sunda Empire, Senin (3/2/2020). Polisi akan kembali memanggil sejumlah saksi ahli untuk dimintai pendapat terkait kasus Sunda Empire.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga menggatakan, untuk mendalami kasus, sebanyak tiga orang saksi ahli dari berbagai bidang keilmuan dipanggil, Senin (3/2/2020) besok.

"Senin minta keterangan ahli tata negara, sosiolog, dan psikolog untuk memeriksa tersangka," ujarnya, Minggu (2/2/2020).

Dia menyebutkan, sampai saat ini, sebanyak tujuh orang anggota Sunda Empire telah diperiksa. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan, dia enggan untuk membeberkannya.

"Pemeriksaan terhadap tujuh anggota Sunda Empire sudah, hasilnya kita nanti sampaikan perkembangannya," kata Erlangga.

Terkait motif yang dilakukan oleh Sunda Empire, Erlangga mengaku belum adanya tindak pidana penipuan. Penyidik pun masih terus mendalaminya dengan sejumlah barang bukti yang ada saat ini.

"Terkait penipuan, sementara penyidik belum menemukan. Ini kan proses penyidikan sedang berjalan, bila ada temuan baru alat bukti baru penyidik akan tindaklanjuti dan kembangkan dari temuan yang sekarang sedang berproses," sebutnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong. Ketiganya yakni NB, RRN, dan KAR. Ketiganya oleh penyidik disangkakan dengan Pasal 14 dan 15 UU RI No.1 tahun 1946, dan terancam hukumana paling lama 10 tahun penjara.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS