Longsor Sukabumi, Wisatawan Tak Bisa Pulang hingga Bermalam di Rumah Warga

Agung Sandy Lesmana
Longsor Sukabumi, Wisatawan Tak Bisa Pulang hingga Bermalam di Rumah Warga
Petugas gabungan membawa korban longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Dampaknya, sejumlah wisatawan tidak bisa pulang dan pada Ahad malam berada di rumah warga.

SuaraJabar.id - Sejumlah ruas jalan di Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor pada Minggu (16/2/2020) kemarin.

Camat Ciemas AG Sanjaya mengatakan, bencana longsor terjadi di Jalan Loji-Palangpang Ciwaru di Batu Cakup, Puncak Darma, Desa Ciemas, dan Jalan Tamanjaya-Ciwaru di Tanjakan Cipeucang, Desa Mekarsakti.

Hal tersebut menyebabkan ruas jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor sejak Minggu, malam. Dampaknya, sejumlah wisatawan tidak bisa pulang dan pada Ahad malam berada di rumah warga.

Selain itu, kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi masih ditutup akibat akses jalan di area wisata itu yang tertimbun material longsor.

Hingga Senin ini, petugas gabungan khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih berupaya membersihkan jalan dengan alat berat.

Dari data yang dihimpun ada sejumlah ruas jalan utama menuju beberapa obyek wisata di wilayah Desa Ciwaru, Ciemas tertimbun tanah longsor.

Sementara banjir akibat luapan Sungai Ciletuh dan Sungai Cimarinjung terjadi di Desa Ciwaru, Mandrajaya, Mekarsaktii, Cibenda, dan Sidamulya.

"Dikerahkan dua alat berat untuk membuka akses jalan," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman seperti dikutip Ayobandung.com--jaringan Suara.com.

Menurut dia, proses evakuasi material longsor di jalanan bisa segera dilakukan. Sehingga akses jalan bagi warga maupun pengunjung Geopark bisa normal kembali.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS