Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur Ternyata Positif Corona!

Bangun Santoso
Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur Ternyata Positif Corona!
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar jumpa pers terkait pencegahan virus corona di Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro, Selasa (3/3/2020). (Suara.com/Silmi Kaffah)

Anak dan istri warga Bekasi itu kini juga dinyatakan positif virus corona.

SuaraJabar.id - Menyikapi status pandemi global virus corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk melakukan percepatan penanganan dan pencegahan penyakit ini. Jabar dengan jumlah penduduk lebih kurang 50 juta jiwa harus sigap dalam mengantisipasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan jumpa pers terkait informasi terbaru dan penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penyebaran virus Corona (Covid-19) di Gedung Pakuan, Minggu (15/3/2020).

Ridwan menyampaikan data statistik terbaru yang dipantau Pemprov melalui Dinkes Jabar yakni masyarakat yang masuk rumah sakit karena dicurigai dari pola aktivitas sosialnya berjumlah 706, isolasi pribadi telah selesai 256, warga yang masih dipantau 448, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 82. Status PDP ini terdiri dari 54 negatif, 28 masih menunggu hasil, dan 7 positif.

"Yang tujuh positif ini terdiri dari warga Depok, Pasien 1 dan 2. lalu, 1 warga Cianjur yang meninggal dunia yang dulu disampaikan bupati Cianjur (negatif), ternyata dari data terakhir yang kami terima pasien positif. Kemudian 2 di kabupaten Bekasi adalah istri dan anak dari pasien di Cianjur, itu juga positif. 1 positif di Kota Bandung, dan 1 positif di Kota Cirebon yang dirawat di RSUD Sunan Gunung Djati," kata Ridwan Kamil sebagaimana dilansir Ayobandung (jaringan Suara.com).

Ridwan menyampaikan pihaknya telah banyak berkoordinasi melalui pusat komunikasi dan koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Dia menyebut, melalui Pikobar, semua informasi disampaikan. Salah satunya mulai Sabtu (14/3/2020), Pemprov Jabar melakukan tesproaktif.

Upaya ini sebagai salah satu upaya previntif dengan melakukan pengujian spesimen penyebaran Covid-19, yakni pada orang terduga terinfeksi penyakit ini, juga pada mereka yang berisiko tertular atau yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Ia juga menyebut, Pemprov Jabar akan melakukan tes proaktif melalui Labkes Jabar berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Unpad, dan Pusat Penelitian Nano Sains dan Nano Teknologi ITB.

"Jadi tidak menunggu dulu orang bergejala masuk rumah sakit baru dicek, hasilnya positif negatif ke pusat. Tes proaktif ini sudah dilakukan kepada mereka yang terpantau dan mereka tidak bergejala juga tapi patut diwaspadai untum ditea salah satunya adalah kelaster para perawat dan tenaga medis yang merawat pasien positif," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga melakukan tes proaktif kepada tenaga kerja asing dan keluarga pasien. Ridwan melanjutkan, tes proaktif ini hasilnya akan keluar sekitar lima jam dari hasil tes keluar dengan prosedur satu orang akan melewati dua tahap teknis pemeriksaan

"Jadi tes ini hasilnya dapat diketahui dengan cepat. Data ini untuk kami jadikan panduan merespons selanjutnya. Mudah-mudahan (dari tes proaktif) tidak ada yang positif tapi kalau positif berarti terjadi peredaran bukan hanya diorang bergejala," ujarnya.

Catatan Redaksi:

Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikannya atau untuk mengetahui informasi perihal virus ini bisa mengakses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS