Cerita Warga Cimahi yang Berjibaku Mendapatkan Disinfektan

Chandra Iswinarno
Cerita Warga Cimahi yang Berjibaku Mendapatkan Disinfektan
Petugas BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (21/3/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Dedi mengeluhkan lambannya pemerintah setempat untuk membantu memberikan disinfektan kepada masyarakat.

SuaraJabar.id - Mewabahnya pandemi Virus Corona atau Covid-19 membuat warga di Cimahi, Jawa Barat khawatir karena penularannya yang begitu cepat. Lantaran itu, mereka kerap "mempersenjatai diri" dengan hand sanitizer, masker bahkan disinfektan.

Namun sayangnya, pada saat seperti ini warga kesulitan mendapatkan disinfektan. Seperti diungkapkan seorang warga Cimahi Dedi Junaedi (48) yang mengaku kesulitan mencari disinfektan untuk menyemprot rumah dan sekelilingnya.

Dedi yang sehari-hari bekerja harian lepas di sablon, harus berjalan jauh dari rumahnya yang terletak diperbatasan kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung Barat ke Kota Bandung untuk mendapat disinfektan, tepatnya Jl Nanjung 147 Cibodas RT 2/10 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Dedi mengeluhkan lambannya pemerintah setempat untuk membantu memberikan disinfektan kepada masyarakat.

“Petugas (Pemerintah) belum ada yang datang, yang ada dari RW, walapaun terlambat melakukan proses penyemprotan,” ujar Dedi kepada suara.com ditemui di lokasi pengambilan disinfektan, Vertical Rescue Indonesia, Jalan Pahlawan Bandung, Rabu (1/4/2020)

Sudah beberapa hari ini, Dedi mengungkapkan dirinya kesulitan mencari masker, disinfektan, hand sanitizer. Ia pernah menanyakan harga hand sanitizer yang dijual cukup mahal. Daripada membeli hand sanitizer, lebih baik uangnya digunakan untuk membeli beras untuk makan beberapa hari kata Dedi.

“Saya susah banget cari di pasaran sudah tiga hingga empat hari tidak dapat, masker hand sanitizer dan disinfektan. Ada yang jual tapi mahal, 30 ml Rp. 45 ribu, kalau bagi kami 45 ribu masyarakat bisa dibeli beras bisa dimakan untuk beberapa hari,” ujar Dedi.

Untungnya Dedi berhasil mendapatkan informasi mengenai pembagian disinfektan gratis oleh Vertical Rescue melalui radio.

“Kebetulan aktif dengerin radio kita cari infomasi yang apdate kebetulan saya tinggal di Cimahi perbatasan, Alhamdulillah dapat info di sini ada pembagian disinfektan gratis,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Dedi dan keluarga harus menggunakan bayclin (pemutih pakaian) dicampur sabun untuk membuat disinfektan sendiri, lalu menyemprotkan ke rumah dan beberapa tetang. Hal itu dilakukan karena keterlambatan bantuan dari pemerintah.

“Pertama kami pakai bayclin, karena dari pemerintah terlambat,” kata Dedi.

Kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat terkait pencegahan Covid-19, juga terkait bantuan kepada warga terdampak. Dedi mengungkapkan warga terpaksa harus berusaha sendiri untuk mencari bahan disinfektan sendiri.

“Karena kita (tinggal) diperbatasan antar dari kab dan kota Cimahai, kadang terbatas, kami minta diperhatikan, rata-rata infonya telat, fasilitas juga kurang dapat. Akhirnya berinisiatif sendiri, cari info untuk dapat disinfektan,” ujar Dedi.

“Sebenarnya untuk penyemprotan ada satu minggu berapa kali tapi tidak ada sosialisasi ke warga,” lanjut Dedi menambahkan.

Dedi bersyukur dengan adanya pembagian disinfektan gratis. Dengan dua kantong plastik yang tidak seberapa, Ia merasa sudah cukup untuk dibawa ke keluarga dan dibagikan ke tetangga. Meski begitu, Dedi mengungkapkan harapannya agar pemerintah bisa tetap membantu.

“Kami sebagai masyarakat kami sangat terbantu, satu gratis, mudah ketiga tidak terbatas, sangat membantu sekali. Kami masyarakat akan belajar mandiri, tidak hanya mengandalkan pemerintah tapi kami berharap pemerintah harus menyediakan,” ungkap Dedi.

Sementara itu, seorang personel Vertical Rescue Indonesia Bandung, Adrian Daely mengungkapkan pihaknya menyediakan disinfektan yang dibagikan secara gratis untuk membantu masyarakat. Disinfektan yang dibuat oleh tim tenaga ahli Vertical Rescue Indonesia ini berusaha akan dihadirkan sebisa mungkin.

“Jadi kami ada tim tenaga ahli yang membuat bahannya, lalu dikirim ke sini (Bandung). Kami belum bisa memastikan akan ada terus, tapi kami berupaya selama masih ada bahan baku,” ujar Adrian.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan disinfektan, bisa mendatangi Vertical Rescue Indonesia, Jalan Pahlawan No.70 Bandung. Pembagian disinfektan dibagikan maksimal 15 liter per orang. Waktu pengambilan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, pagi jam 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, sesi kedua pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kontributor : Emi La Palau

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS