alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Warga Cimahi yang Berjibaku Mendapatkan Disinfektan

Chandra Iswinarno Rabu, 01 April 2020 | 18:35 WIB

Cerita Warga Cimahi yang Berjibaku Mendapatkan Disinfektan
Petugas BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (21/3/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Dedi mengeluhkan lambannya pemerintah setempat untuk membantu memberikan disinfektan kepada masyarakat.

SuaraJabar.id - Mewabahnya pandemi Virus Corona atau Covid-19 membuat warga di Cimahi, Jawa Barat khawatir karena penularannya yang begitu cepat. Lantaran itu, mereka kerap "mempersenjatai diri" dengan hand sanitizer, masker bahkan disinfektan.

Namun sayangnya, pada saat seperti ini warga kesulitan mendapatkan disinfektan. Seperti diungkapkan seorang warga Cimahi Dedi Junaedi (48) yang mengaku kesulitan mencari disinfektan untuk menyemprot rumah dan sekelilingnya.

Dedi yang sehari-hari bekerja harian lepas di sablon, harus berjalan jauh dari rumahnya yang terletak diperbatasan kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung Barat ke Kota Bandung untuk mendapat disinfektan, tepatnya Jl Nanjung 147 Cibodas RT 2/10 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Dedi mengeluhkan lambannya pemerintah setempat untuk membantu memberikan disinfektan kepada masyarakat.

Baca Juga: Bahaya Semprot Disinfektan ke Tubuh, Pengendara ini Tunjukkan Dampaknya

“Petugas (Pemerintah) belum ada yang datang, yang ada dari RW, walapaun terlambat melakukan proses penyemprotan,” ujar Dedi kepada suara.com ditemui di lokasi pengambilan disinfektan, Vertical Rescue Indonesia, Jalan Pahlawan Bandung, Rabu (1/4/2020)

Sudah beberapa hari ini, Dedi mengungkapkan dirinya kesulitan mencari masker, disinfektan, hand sanitizer. Ia pernah menanyakan harga hand sanitizer yang dijual cukup mahal. Daripada membeli hand sanitizer, lebih baik uangnya digunakan untuk membeli beras untuk makan beberapa hari kata Dedi.

“Saya susah banget cari di pasaran sudah tiga hingga empat hari tidak dapat, masker hand sanitizer dan disinfektan. Ada yang jual tapi mahal, 30 ml Rp. 45 ribu, kalau bagi kami 45 ribu masyarakat bisa dibeli beras bisa dimakan untuk beberapa hari,” ujar Dedi.

Untungnya Dedi berhasil mendapatkan informasi mengenai pembagian disinfektan gratis oleh Vertical Rescue melalui radio.

“Kebetulan aktif dengerin radio kita cari infomasi yang apdate kebetulan saya tinggal di Cimahi perbatasan, Alhamdulillah dapat info di sini ada pembagian disinfektan gratis,” ujar Dedi.

Baca Juga: Jalan Jendral Sudirman-MH Thamrin Disemprot Disinfektan

Sebelumnya, Dedi dan keluarga harus menggunakan bayclin (pemutih pakaian) dicampur sabun untuk membuat disinfektan sendiri, lalu menyemprotkan ke rumah dan beberapa tetang. Hal itu dilakukan karena keterlambatan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait